Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Turun, Cek Rinciannya

Ilustrasi Emas Antam, Sumber: pluang.
Penulis: Aaina Salsa Bila
Sabtu, 18 Juli 2026 | 09:08:21 WIB

JAKARTA - Harga emas Antam hari ini, Sabtu (18/7/2026), di Pegadaian kembali mengalami penurunan dibandingkan perdagangan sebelumnya. Berdasarkan data terbaru di Galeri 24 Pegadaian, harga emas Antam ukuran 1 gram turun Rp 28.000 menjadi Rp 2.711.000 dari sebelumnya Rp 2.739.000.

Sementara itu, harga buyback emas Antam juga turun Rp 25.000 menjadi Rp 2.408.000 dari sebelumnya Rp 2.433.000.

Harga emas Antam ukuran 0,5 gram juga melemah ke harga Rp 1.408.000 atau turun Rp 14.000. Adapun harga buyback produk tersebut juga turun Rp 12.000 menjadi Rp 1.204.000.

Pada ukuran lainnya, harga emas Antam 2 gram turun Rp 56.000 menjadi Rp 5.359.000. Harga buyback ukuran ini berada di angka Rp 4.816.000 atau turun Rp 51.000.

Ukuran 3 gram dipasarkan seharga Rp 8.012.000 atau turun Rp 84.000. Harga buyback ukuran 3 gram merosot Rp 76.000 menjadi Rp 7.224.000.

Untuk ukuran menengah, harga emas Antam 5 gram turun Rp 140.000 menjadi Rp 13.318.000. Harga buyback ukuran tersebut turun Rp 127.000 menjadi Rp 12.041.000.

Sementara itu, ukuran 10 gram dijual seharga Rp 26.578.000 atau turun Rp 280.000. Harga buyback untuk ukuran ini berada di angka Rp 24.082.000, turun Rp 254.000.

Pegadaian juga mencatat harga emas Antam ukuran 25 gram sebesar Rp 66.313.000 atau turun Rp 702.000. Adapun harga buyback emas ukuran ini merosot Rp 633.000 menjadi Rp 59.909.000.

Secara berturut-turut untuk ukuran besar, harga emas Antam 50 gram dijual Rp 132.543.000, sedangkan ukuran 100 gram dipasarkan Rp 265.005.000. Untuk harga buyback ukuran 50 gram berada pada posisi Rp 119.819.000 dan ukuran 100 gram sebesar Rp 239.638.000.

Di pasar global, harga emas dunia berada di level 4.016,95 dollar AS per ons pada perdagangan Jumat (17/7/2026). Sementara itu, harga perak tercatat sebesar 55,90 dollar AS per ons.

Harga emas dunia masih bergerak di kisaran 4.000 dollar AS per ons. Komoditas ini membukukan pelemahan lebih dari 3 persen sepanjang pekan ini.

Tekanan terhadap harga emas dipicu oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang mendorong kenaikan harga minyak. Kondisi tersebut memicu kembali kekhawatiran inflasi sekaligus memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi.

Ketegangan geopolitik meningkat setelah Teheran melancarkan serangan baru terhadap fasilitas AS di Timur Tengah. Kejadian ini menyusul malam keenam berturut-turut serangan militer AS terhadap target di Iran.

Konflik tersebut juga terus mengganggu lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz.

Di sisi lain, sejumlah pejabat Federal Reserve kembali menyampaikan pandangan yang cenderung hawkish. Presiden The Fed Dallas, Lorie Logan, menyerukan kenaikan suku bunga lanjutan kepada publik.

Sementara itu, Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson menyatakan akan mendukung kebijakan moneter yang lebih ketat apabila inflasi belum menunjukkan perbaikan dalam waktu dekat.

Pasar kini memperkirakan peluang sekitar 50 persen bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga pada September mendatang.

Sementara itu, data ekonomi menunjukkan harga konsumen dan harga produsen AS sama-sama menurun pada Juni. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh turunnya biaya energi.

Namun, harga impor secara tidak terduga justru merangkak naik. Kondisi tersebut akhirnya masih menimbulkan ketidakpastian terhadap arah inflasi dan kebijakan moneter AS.

Reporter: Aaina Salsa Bila