JAKARTA - Pergerakan harga Bitcoin (BTC) saat ini masih berada di bawah tekanan sentimen global. Kondisi tersebut terjadi seiring dengan melonjaknya ketegangan geopolitik dan adanya aksi jual oleh investor besar (whales).
Harga Bitcoin tercatat mengalami penurunan sebesar 0,18 persen dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Aset kripto ini juga melemah 0,05 persen dalam satu jam terakhir, namun sempat meningkat 0,34 persen dalam sepekan lalu ke angka 63.743,67 dollar AS (sekitar Rp 1,15 miliar, kurs Rp 18.065).
Nilai kapitalisasi pasar Bitcoin sekarang telah menyentuh angka 1,27 triliun dollar AS (Rp 22.951 triliun). Di sisi lain, rata-rata nilai Bitcoin dalam 24 jam justru mencatatkan kenaikan sebesar 0,13 persen.
Aset digital ini sempat merosot hingga ke level 63.630,29 dollar AS (Rp 1,14 miliar) pada Minggu (12/7/2026) pukul 13.30 WIB. Pergerakannya terus tertahan di zona merah dan belum mampu beranjak dari level 63.000 dollar AS hingga pagi ini.
Bitcoin melemah 0,55% menjadi $63.725,72 dalam 24 jam, sedikit lebih rendah dibandingkan pasar secara keseluruhan yang stagnan, terutama didorong oleh risiko geopolitik yang memperkuat sentimen bearish yang terus berlanjut sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Meningkatnya ketegangan AS-Iran, dengan Presiden Trump menyatakan berakhirnya gencatan senjata, membuat aset berisiko panik dan memperkuat pola pikir negatif di pasar kripto.