IHSG Kamis Ditutup Naik 0,67 Persen, Jumat Diprediksi Uji Resistance 6.083–6.203

Ilustrasi IHSG (sumber foto: NET)
Jumat, 10 Juli 2026 | 12:42:07 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (10/7/2026). Tim Analis MNC Sekuritas memperkirakan IHSG akan menguji area 6.083–6.203 dengan level support di 5.486 dan 5.317 serta resistance di 6.007 dan 6.286.

Pada perdagangan Kamis (9/7/2026), IHSG ditutup menguat 0,67 persen ke level 5.912 setelah sempat menyentuh area koreksi minimal di kisaran 5.840. Penguatan disertai munculnya volume pembelian, sehingga membuka ruang penguatan jangka pendek.

“Hal tersebut berarti IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya untuk menguji area 6.083–6.203. Namun, cermati area koreksi pada level 5.752–5.797,” tulis Tim Analis MNC Sekuritas dalam riset harian.

Rekomendasi saham Jumat 10 Juli 2026:

  • BUVA – PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
  • ICBP – PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
  • KLBF – PT Kalbe Farma Tbk
  • VKTR – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk

Di sisi lain, pergerakan IHSG sebelumnya turut ditopang aksi beli investor asing pada saham sektor nikel, perbankan, dan energi. Saham Merdeka Battery Materials (MBMA) menjadi incaran utama dengan nilai beli bersih Rp257,3 miliar. Investor asing juga memborong saham Bank Mandiri (BMRI), Bank Central Asia (BBCA), Rukun Raharja (RAJA), serta Darma Henwa (DEWA).

Meski demikian, investor asing masih mencatatkan jual bersih terbesar pada saham Bintang Mitra Semestaraya (BMSR), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Mitra Adiperkasa (MAPI), Astra International (ASII), dan Bukalapak.com (BUKA).

Dengan kondisi pasar yang dinamis, pelaku pasar diimbau mencermati volatilitas global, terutama perkembangan konflik Timur Tengah, harga minyak, nilai tukar rupiah, serta arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat yang berpengaruh terhadap arus dana asing.

Reporter: Diaz Muhammad Hanif