Pergerakan Saham BBRI Melemah 2,80 Persen, Cek Analisisnya

Ilustrasi Saham, Sumber: pegadaian.
Penulis: Aaina Salsa Bila
Jumat, 10 Juli 2026 | 08:55:29 WIB

JAKARTA - Analisis saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) memperlihatkan dinamika yang menarik di tengah kondisi pasar yang sedang berfluktuasi. Dengan harga terakhir di 2,780.00 IDR, pergerakan harga BBRI menunjukkan tren sideways dengan kemiringan SMA20 yang hampir datar di 0.02% selama lima hari terakhir.

Hal ini menandakan bahwa meskipun terdapat tekanan turun dalam jangka pendek, saham ini belum memperlihatkan tanda-tanda pembalikan arah yang jelas.

Saham BBRI saat ini posisinya berada di bawah SMA20 yang berada di 2,846.50 IDR, serta di bawah SMA50 di angka 2,964.40 IDR. Kondisi ini menunjukkan bahwa harga bergerak dalam tren bearish jangka pendek tanpa adanya persilangan baru pada MA-cross.

Melalui harga terakhir di 2,780.00 IDR, posisi BBRI berada cukup jauh dari level resistance di 3,080.00 IDR. Hal tersebut menciptakan jarak untuk potensi pemulihan sekaligus memperlihatkan adanya tekanan jual.

Berdasarkan analisis rentang harga tiga bulan ke belakang, BBRI sempat mencapai high di 3,510.00 IDR dan low di 2,540.00 IDR. Jarak ini menunjukkan tingkat volatilitas yang terhitung cukup signifikan.

Walaupun sekarang berada di 27% rentang harga, kondisi ini dapat menjadi indikasi bahwa saham tersebut masih memiliki ruang bergerak. Pergerakan tersebut berpeluang menuju ke arah atas maupun ke bawah.

Indikator momentum juga ikut mencerminkan kondisi yang netral bagi pergerakan saham BBRI. Nilai RSI berada di 45.6 yang menunjukkan bahwa saham ini tidak dalam kondisi jenuh beli atau jenuh jual.

Indikator Stochastic juga menunjukkan nilai %K 43.2 dan %D 42.9 yang memperkuat sinyal netral tersebut.

Namun, indikator MACD memperlihatkan beberapa sinyal positif dengan nilai MACD di -57.342 dan signal di -63.219, serta histogram di 5.878.

Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun harga sedang turun, terdapat potensi pembalikan momentum yang bisa memicu pergerakan harga lebih positif ke depan.

Mengenai aspek volatilitas, Bollinger Bands menunjukkan lebar pita di angka 13.9% yang dinilai masih normal. Nilai %B di 33% menandakan bahwa harga saat ini sedang mendekati batas bawah dari pita Bollinger.

Area tersebut bisa menjadi zona potensi pembalikan harga bagi saham BBRI. Sementara itu, ATR (Average True Range) berada di 95.00 yang setara dengan 3.4% dari harga saat ini.

Angka tersebut menunjukkan volatilitas sedang, memberikan gambaran bahwa pergerakan harga dalam waktu dekat tidak akan terlalu ekstrem. Volume perdagangan terakhir sendiri tercatat di angka 253,336,100.

Angka ini berada di bawah rata-rata 20 hari sebesar 360,289,865, yang menandakan tingkat partisipasi pasar yang lebih rendah.

Namun, nilai OBV (On-Balance Volume) menunjukkan kenaikan yang bisa menjadi indikasi adanya akumulasi di balik layar. Kondisi ini memberikan sinyal positif untuk potensi kenaikan harga di masa mendatang.

Melalui analisis level kunci, titik support terdekat berada di 2,670.00 IDR, sedangkan resistance berada di 3,080.00 IDR. Jika harga berhasil menembus level 3,080.00 IDR, ini bisa menandakan pergeseran tren yang menjadi lebih bullish.

Sebaliknya, jika harga gagal bertahan di atas 2,670.00 IDR, terdapat risiko penurunan lebih lanjut hingga mendekati level 2,540.00 IDR.

Secara keseluruhan, saham BBRI saat ini sedang berada dalam fase sideways dengan potensi pergerakan yang masih terbuka lebar. Indikator momentum menunjukkan kondisi netral, sementara analisis volatilitas dan volume memberikan gambaran adanya akumulasi.

Melalui adanya level support dan resistance yang jelas, investor perlu tetap waspada terhadap pergerakan harga yang muncul. Langkah berikutnya dapat ditentukan dengan mempertimbangkan sinyal teknikal tersebut.

Pergerakan harga BBRI dalam waktu dekat sangat bergantung pada kemampuan saham menjaga level support dan menembus level resistance.

Reporter: Aaina Salsa Bila