Harga Perak Merosot 2.82 Persen Menjadi 58.29 Dolar AS

Ilustrasi Perak, Sumber: pegadaian.
Penulis: Aaina Salsa Bila
Kamis, 09 Juli 2026 | 15:13:04 WIB

JAKARTA – Harga perak ditutup merosot pada hari Rabu akibat tertekan kenaikan harga minyak dunia yang dapat memicu ekspektasi lonjakan inflasi global. Kondisi ini membuat harga perak spot berakhir merosot 2,82 persen pada harga $58,29.

Sementara itu, harga perak berjangka AS untuk kontrak September 2026 juga berakhir merosot 4,55 persen pada level $58,54. Penurunan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah sebesar +6 persen yang mendorong bank sentral global untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.

Faktor lain yang membebani harga logam mulia adalah komentar agresif dari anggota Dewan Gubernur ECB, Joachim Nagel. "Ia mengatakan tidak dapat mengesampingkan kemungkinan kenaikan suku bunga ECB lainnya," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Kendati demikian, logam mulia masih mendapatkan dukungan sebagai aset aman di tengah pelemahan pasar saham global. Sentimen positif ini juga dipicu oleh ketegangan di Timur Tengah setelah adanya serangan AS terhadap Iran.

Pada malam nanti, data ekonomi AS berupa Klaim Pengangguran Awal dan Data Penjualan Rumah Juni diindikasikan meningkat. Selain itu, pasar juga menantikan pernyataan resmi dari pejabat tinggi The Fed, yaitu Williams dan Logan.

Analis memperkirakan pergerakan harga perak selanjutnya masih berpotensi turun akibat ketegangan geopolitik yang memicu kenaikan harga minyak. Sentimen hawkish dari pejabat The Fed yang menguatkan dolar AS diprediksi akan semakin menekan harga komoditas ini.

Harga perak spot diproyeksikan bergerak dalam rentang Support $56,69-$55,08, serta Resistance $60,46-$62,62 jika berbalik naik. Untuk harga perak berjangka AS, pergerakan diperkirakan berada pada kisaran Support $59,95-$55,35 dan Resistance $60,80-$63,05.

Reporter: Aaina Salsa Bila