Cek Perbandingan Harga Emas Antam UBS dan Galeri 24 di Pegadaian

Ilustrasi emas antam (sumber foto: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Kamis, 09 Juli 2026 | 10:36:01 WIB

JAKARTA – Kondisi nilai jual logam mulia di Pegadaian terpantau cukup beragam pada transaksi hari Kamis (9/7/2026). Tiga komoditas emas yang diminati, yaitu Antam, UBS, serta Galeri 24, memperlihatkan rentang harga yang kompetitif untuk satuan 0,5 gram sampai 100 gram.

Mengacu pada publikasi resmi Pegadaian, emas Antam seberat 0,5 gram dipatok Rp1.426.000, berada di atas UBS senilai Rp1.421.000 dan Galeri 24 sebesar Rp1.372.000. Pada pecahan 1 gram, Antam ditawarkan Rp2.747.000, lalu UBS senilai Rp2.629.000 serta Galeri 24 pada angka Rp2.615.000.

Kesenjangan nominal tersebut terus berlanjut pada pecahan yang lebih berat. Pada denominasi 5 gram, Antam menyentuh Rp13.500.000, sementara UBS senilai Rp12.888.000 dan Galeri 24 pada Rp12.825.000. Untuk ukuran 10 gram, harga Antam bertengger di angka Rp26.942.000, mendominasi dua tipe lainnya.

Untuk berat yang lebih masif seperti 50 gram, Antam dihargai Rp134.363.000, UBS senilai Rp127.681.000, dan Galeri 24 pada Rp127.119.000. Pada satuan 100 gram, Antam mencapai Rp268.645.000, sedangkan UBS bersanding dengan Galeri 24 pada kisaran Rp255 jutaan.

Hal yang cukup unik didapati pada ukuran paling besar 1.000 gram, di mana hanya Galeri 24 yang dapat dibeli di Pegadaian dengan nilai Rp2.534.873.000. Di sisi lain, cetakan Antam dan UBS belum didistribusikan untuk berat jumbo tersebut.

Di samping nilai beli, angka buyback atau harga patokan lepas kembali ikut menjadi kalkulasi para pemilik modal. Pada cetakan Antam 1 gram, nilai beli kembali dipatok Rp2.445.000, sedangkan Galeri 24 pada Rp2.453.000 dan UBS setara dengan nominal Antam.

Margin antara harga beli perdana dan harga buyback menjadi elemen krusial bagi publik dalam menentukan langkah investasi modal berwujud emas baik jangka pendek maupun panjang.

Pihak Pegadaian sendiri memfasilitasi kelancaran proses investasi emas ini secara langsung lewat gerai fisik ataupun daring via platform Pegadaian Digital. Masyarakat yang berminat cukup meregistrasikan akun tabungan emas menggunakan dokumen pengenal resmi berbentuk KTP atau paspor.

Akumulasi saldo emas yang dikumpulkan bersifat dinamis lantaran bisa dikonversi menjadi kepingan logam mulia fisik dalam bermacam opsi berat, berkisar dari 0,25 gram hingga 1.000 gram, menyesuaikan keinginan nasabah.

Didukung pergeseran nilai yang cenderung aman namun tetap bersaing ketat untuk tiap produknya, logam mulia terus memosisikan diri sebagai instrumen lindung nilai utama bagi publik, khususnya saat dinamika finansial dunia tidak menentu.

Reporter: Moch Febrianto