IHSG Hari Ini Berpeluang Menguat, Intip Strategi Rekomendasi Saham

Ilustrasi IHSG, Sumber: pantau.
Penulis: Aaina Salsa Bila
Kamis, 09 Juli 2026 | 08:59:16 WIB

JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham, Kamis, (9/7/2026). IHSG hari ini akan menguji level 6.083-6.203.

Pada perdagangan saham Rabu, 8 Juli 2026, IHSG anjlok 1,89 persen ke 5.873 disertai munculnya tekanan jual. Pergerakannya pun kembali berada di bawah moving average (MA) 20 harian.

“Kami perkirakan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave b dari wave (b) dari wave [iv] pada skenario hitam,” ujar Herditya Wicaksana dalam catatannya.

Hal itu berarti, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji 6.083-6.203. Namun, pasar perlu mencermati area koreksi pada level 5.752-5.840.

IHSG diprediksi berada di level support 5.486, 5.317 dan level resistance 6.007, 6.286. Sementara itu, riset lain menyebutkan IHSG berpotensi melemah terbatas dengan rentang support dan resistance di 5.640-6.000.

Untuk rekomendasi saham hari ini, para analis memilih saham PT Elnusa Tbk (ELSA), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Selain itu, pilihan lainnya jatuh pada PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA).

Secara teknikal, saham AKRA menguat 1,93 persen ke 1.320 disertai dengan munculnya volume pembelian. Posisi AKRA saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [c] dari wave B dengan target harga 1.355, 1.375.

Sementara itu, saham ESSA terkoreksi 0,92 persen ke 540 disertai munculnya tekanan jual dan fasenya masih sideways. Posisi ESSA saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave 3 dari wave (C) dengan target harga 570, 590.

Untuk saham MEDC menguat 4 persen ke 1.170 dan masih didominasi dengan munculnya volume pembelian yang cenderung meningkat. Posisi MEDC saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave A dari wave (B) dengan target harga 1.210, 1.285.

Di sisi lain, saham DEWA terkoreksi 3,87 persen ke 298 dan masih didominasi oleh tekanan jual. Posisi DEWA saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave 5 dari wave (C), sehingga masih rawan melanjutkan koreksinya ke rentang 198-224.

Sebelumnya, laju IHSG tersungkur hingga penutupan perdagangan saham Rabu, (8/7/2026) di tengah dolar Amerika Serikat (AS) yang berada di kisaran 18.000. IHSG ditutup turun 1,89 persen menjadi 5.873,37 dan indeks saham LQ45 terpangkas 2,02 persen menjadi 582,88.

Faktor eksternal menjadi pemicu utama meningkatnya sikap risk-off di kalangan pelaku pasar. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara Iran dan Amerika Serikat yang kembali meningkat, memicu kekhawatiran baru di pasar finansial global.

"Kondisi ini membuat investor cenderung mengamankan aset mereka keluar dari pasar negara berkembang (emerging markets). Meningkatnya ketidakpastian global tersebut berdampak langsung pada pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang bergerak mendekati level Rp 17.984 per dolar AS,” ujar Nafan Aji.

Depresiasi mata uang domestik yang cukup dalam ini secara historis memicu aksi jual oleh investor asing, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar.

“Bahkan berdasarkan hasil Survei Konsumen Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia pada Juni 2026 tercatat sebesar 117,8, turun dari prediksi di 125, serta 120,9 pada Mei 2026, di mana secara umum, data ini menunjukkan optimisme konsumen masih terjaga, namun momentumnya mulai melambat,” kata Nafan Aji.

Pada perdagangan Rabu pekan ini, sebanyak 482 saham melemah sehingga membebani IHSG, sedangkan 191 saham menguat dan 116 saham diam di tempat. Nilai transaksi harian saham tercatat sebesar Rp 10,5 triliun.

Mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor kesehatan yang naik 1 persen. Sektor basic terpangkas 4,35 persen dan mencatat koreksi terbesar, disusul sektor properti turun 2,68 persen, serta sektor consumer siklikal tergelincir 2,5 persen.

Reporter: Aaina Salsa Bila