IPO Esa Medika Mandiri (EMMI) Listing di BEI, Harga Awal Rp470 per Saham

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (Sumber foto: NET)
Rabu, 08 Juli 2026 | 11:01:48 WIB

JAKARTA – Saham PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (8/7/2026). Perdagangan perdana saham EMMI berpotensi menyentuh auto rejection atas (ARA) di level Rp585 per saham, dari harga IPO Rp470 per saham.

Melalui initial public offering (IPO), EMMI menawarkan 522.857.000 saham baru atau 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Jumlah seluruh nilai penawaran mencapai Rp245,74 miliar. Antusiasme investor terlihat tinggi, dengan lebih dari 519.000 akun tercatat memesan saham EMMI saat masa penawaran umum 2–6 Juli 2026.

Harga saham EMMI akan terkena ARA jika melonjak ke Rp585, sementara auto rejection bawah (ARB) berlaku jika harga turun ke Rp400.

Direktur Utama Esa Medika Mandiri, Florian Chris Widjaja, menyebut IPO ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi pertumbuhan perusahaan. Dana hasil IPO digunakan untuk:

Rp50 miliar membayar sebagian pokok pinjaman.

Sekitar 6,4 persen untuk belanja modal pembangunan gedung pabrik di Cikupa.

Sekitar 72,3 persen untuk modal kerja, termasuk pembelian barang proyek, soft loan dan bahan baku operasional.

Florian menegaskan bahwa penguatan modal kerja penting seiring meningkatnya kebutuhan fasilitas kesehatan terhadap alat medis berkualitas. Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, jaringan distribusi nasional, fasilitas manufaktur lokal, serta kemitraan dengan berbagai prinsipal alat kesehatan, EMMI optimistis menangkap peluang pertumbuhan industri alat kesehatan dalam negeri.

Portofolio EMMI mencakup peralatan medis untuk ruang operasi, ICU, IGD, hingga sistem sterilisasi. Perusahaan telah melayani lebih dari 200 rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Indonesia, didukung oleh 1 kantor pusat, 2 pabrik, 4 kantor perwakilan, serta tim sales di berbagai wilayah.

Kinerja EMMI pada 2025 mencatat penjualan bersih Rp454,64 miliar, naik 18,11 persen dari Rp384,93 miliar pada 2024. Laba bersih meningkat 188,23 persen menjadi Rp32,44 miliar dari Rp11,25 miliar.

Dalam IPO ini, PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Ina Sekuritas Indonesia bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek, sementara PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk dan PT Investindo Nusantara Sekuritas bertindak sebagai Penjamin Emisi Efek.

Reporter: Diaz Muhammad Hanif