JAKARTA – IHSG hari ini kembali melemah pada akhir sesi I perdagangan, Senin (6/7/2026). Padahal, IHSG sempat menyakinkan dengan dibuka menguat ke level 5.919,13 pada awal perdagangan.
Mengutip dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG parkir pada level 5.870,19 pada akhir sesi pertama atau sebelum jeda makan siang. Hal itu membuat IHSG hari ini turun 0,10%, minimal hingga akhir sesi I.
Bersamaan dengan pelemahan IHSG, hampir semua indeks sektoral juga melemah. LQ45 terpantau berada pada 579,31 melemah 4,03%, sementara IDX39 berada pada 372.72 melemah 0,42%.
Pelemahan juga terjadi pada IDXFinance yang berada pada level 1.295,59, melemah 0,35%.
Berdasarkan nilai, saham BBCA dan BBRI menjadi yang paling banyak ditransaksikan. BBCA mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp543,49 miliar, sementara BBRI sebesar Rp332,37 miliar.
Posisi ketiga ditempati oleh emiten Prajogo Pangestu, TPIA dengan nilai transaksi Rp275,32 miiliar.
Di sisi lain, berdasarkan frekuensi, saham BBRI menjadi yang paling sering berpindah tangan dengan diperdagangkan sebanyak 50.507 kali. Saham tersebut disusul oleh BMRI yang ditransaksikan sebanyak 38.751 kali.
Gerak IHSG pada sesi I hari ini sejalan dengan pelemahan sejumlah saham big banks. Kecuali BBCA yang relatif datar, saham big banks lainnya seperti BBRI, BMRI, dan BBNI terpantau melemah.
Saham BBCA berada pada Rp6.100, hanya naik 0,83%. Di sisi lain, saham bank jumbo Himbara ikut tertekan.
Saham BBRI berada pada Rp2.690 per lembar, turun 0,74%, sementara BMRI yang parkir pada Rp3.950 per lembar, turun 1,50%. Adapun, BBNI dihargai Rp3.240 per lembar, turun 0,31%.
Mengutip Bisnis.com, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman menjelaskan bahwa secara teknikal, pergerakan indeks setelah ditutup menguat 2,28% pada pekan lalu kini berpeluang menuju target kenaikan lanjutan di level 6.000–6.150.
"IHSG berpotensi mencoba break resistance di 5.900–5.950, dengan target kenaikan di 6.000 hingga 6.150" ujar Fanny dalam riset harian, Senin (6/7/2026).
BNI Sekuritas menetapkan area support IHSG hari ini berada di rentang 5.780–5.850. Sementara itu, posisi resistance dipatok di target 5.950–6.000.
Kendati mengalami penguatan pada perdagangan sebelumnya, laju indeks masih dibayangi oleh aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing yang mencapai sekitar Rp16,6 miliar.
Barisan saham yang paling banyak dilepas oleh pemodal asing di antaranya adalah BBRI, MAPI, TPIA, EMAS, dan ISAT.