IHSG Berpotensi Melanjutkan Penguatan Menuju Level 6000 pada Selasa

Ilustrasi ihsg menguat (sumber foto: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Selasa, 07 Juli 2026 | 12:24:46 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau pada sesi perdagangan Senin (6/7/2026). Penguatan ini didorong oleh aksi technical rebound usai mengalami pelemahan dalam beberapa minggu ke belakang. IHSG mengalami kenaikan sebesar 0,69 persen menuju ke level 5.916,07. Walaupun demikian, nilai dari transaksi harian terpantau masih cukup sepi di kisaran Rp 9,5 triliun karena para pemodal yang terlihat masih mengambil sikap berhati-hati.

Pergerakan indeks saham domestik untuk saat ini dinilai masih dipengaruhi oleh pergerakan teknikal lantaran minimnya sentimen penggerak yang kuat di pasar keuangan. “Penguatan IHSG ditopang oleh technical rebound setelah koreksi dalam beberapa pekan terakhir. Namun, nilai transaksi yang masih rendah menunjukkan investor masih cenderung wait and see,” ujarnya, Senin (6/7/2026).

Pada sisi eksternal, para pelaku pasar sedang memperhatikan beberapa sentimen global. Di antaranya yaitu rilis data dari sektor jasa Amerika Serikat, notulen rapat Federal Open Market Committee (FOMC), hingga langkah OPEC+ yang kembali menaikkan volume produksi minyak bumi mereka. Sedangkan dari sisi dalam negeri, fokus para penanam modal tertuju pada publikasi data cadangan devisa negara, Indeks Keyakinan Konsumen, serta hasil Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia yang menggambarkan situasi riil ekonomi domestik.

Laju IHSG dinilai masih mempunyai potensi untuk meneruskan tren kenaikan dalam rentang waktu jangka pendek. “IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dengan menguji resistance psikologis di level 6.000, dengan support di kisaran 5.735,” jelasnya.

Ditambahkan pula bahwa rilis data indikator cadangan devisa akan menjadi salah satu sentimen utama yang diperhatikan oleh pelaku pasar. “Cadangan devisa diperkirakan meningkat menjadi sekitar US$145 miliar dari sebelumnya US$144,9 miliar. Kenaikan ini berpotensi memperkuat persepsi terhadap stabilitas rupiah,” katanya. Di samping hal tersebut, para pelaku pasar juga menantikan isi risalah dari rapat FOMC demi memperoleh petunjuk mengenai proyeksi arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat ke depannya.

Untuk sesi perdagangan pada hari Selasa (7/7/2026), terdapat beberapa rekomendasi saham yang menarik untuk dicermati secara teknikal oleh para investor, antara lain:

PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) di kisaran Rp830-Rp860 dengan target Rp910-Rp965 dan stop loss di bawah Rp800 per saham

PT Indika Energy Tbk (INDY) pada rentang Rp2.000-Rp2.020 dengan target Rp2.070-Rp2.120 dan stop loss di bawah Rp1.950 per saham

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dengan strategi buy on break di atas Rp1.300, target Rp1.330-Rp1.379, dan stop loss di bawah Rp1.250 per saham

Reporter: Moch Febrianto