JAKARTA - Pergerakan saham pada 7 Juli 2026 diperkirakan belum memperlihatkan sinyal bullish yang cukup kuat. Pasar berpeluang menguat tipis apabila sektor perbankan dan emiten berkapitalisasi besar mampu mendominasi pergerakan.
Di sisi lain, pergerakan mendatar atau sideways berpotensi terjadi akibat minimnya katalis baru yang dinantikan para investor. Tren pelemahan terbatas juga membayangi jika tekanan jual oleh pihak asing serta sentimen global mengalami peningkatan.
Situasi pasar saat ini dinilai lebih ideal untuk aktivitas perdagangan jangka pendek dibandingkan investasi jangka panjang. Investor disarankan mencermati saham likuiditas tinggi dan sektor perbankan dengan target keuntungan sekitar 1–3%.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memiliki peluang untuk menguat dalam rentang 6% hingga 12% pada 7 Juli 2026. Emiten ini ditopang oleh likuiditas transaksi yang masif serta sentimen positif dari sektor batu bara yang belum jenuh beli.
Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) berpotensi melonjak sekitar 5% hingga 10% pada hari yang sama. Dorongan momentum yang kuat dan peningkatan likuiditas menjadikan saham ini menarik perhatian pelaku pasar untuk melanjutkan tren penguatan.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) diproyeksikan mengalami apresiasi harga berkisar antara 4% hingga 8%. Sebagai emiten berlikuiditas tinggi dengan fundamental kokoh, indikator teknikal menunjukkan momentum positif yang belum memasuki area jenuh beli.
Selanjutnya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berpeluang naik sebesar 5% hingga 10% pada perdagangan 7 Juli 2026. Pergerakan saham berkode BRMS ini mengarah ke zona bullish berkat dorongan sentimen positif dari komoditas emas dan mineral.
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) diprediksi mencatatkan kenaikan harga sekitar 4% hingga 7%. Kinerja laba dan arus kas yang stabil menjadikan emiten defensif ini pilihan tepat saat pasar bergejolak, seiring melemahnya momentum negatif.