IHSG Diprediksi Menguat Selasa Ini, Simak Rekomendasi Saham Pilihan

Ilustrasi IHSG Diprediksi Menguat (sumber foto: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Selasa, 07 Juli 2026 | 10:18:31 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak menguat pada perdagangan Selasa (7/7/2026). Prediksi ini menyusul performa indeks yang sukses mengakhiri perdagangan di zona hijau pada awal pekan.

Sebelumnya, IHSG terpantau melaju positif dengan kenaikan sebesar 40,2 poin atau 0,69 persen. Angka tersebut membawa indeks mendarat ke level 5.916,070 pada penutupan Senin (6/7/2026).

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memproyeksikan batas support indeks berada di angka 5.899. Sementara itu, untuk area resistance diperkirakan akan menyentuh level 5.940.

Pergerakan pasar modal saat ini dipengaruhi oleh publikasi data cadangan devisa domestik terbaru. Investor juga terus mengamati fluktuasi nilai tukar rupiah yang sempat tertekan melewati level psikologis Rp 18.116 per dollar AS.

Merujuk pada data keuangan Bloomberg, mata uang rupiah di pasar spot melemah sebesar 32 poin atau 0,18 persen. Posisi ini menempatkan kurs rupiah pada angka Rp 17.995 per dollar AS jika dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya.

Kondisi pasar komoditas global, khususnya komoditas minyak bumi dan emas, juga berpotensi mengalami tekanan koreksi harga. Dinamika instrumen investasi ini dinilai akan memberi dampak langsung pada sentimen emiten berbasis komoditas.

Di pasar minyak Asia pada perdagangan Senin (6/7/2026) pagi, harga minyak mentah dunia mencatatkan penurunan tipis. Hal ini terjadi imbas keputusan OPEC+ yang sepakat mengerek target volume produksi global untuk bulan Agustus mendatang.

Faktor lain yang menambah pasokan energi internasional adalah pulihnya aktivitas pengapalan ekspor minyak dari kawasan Teluk. Arus distribusi tersebut kembali berjalan normal melalui jalur Selat Hormuz.

Harga minyak mentah jenis Brent dilaporkan terkoreksi sebesar 24 sen atau 0,33 persen menuju level 71,88 dollar AS per barrel. Di sisi lain, harga minyak mentah jenis WTI AS juga menyusut 11 sen atau 0,16 persen ke posisi 68,58 dollar AS per barrel.

Untuk komoditas emas, harga di pasar internasional sanggup bertahan pada kisaran tertinggi dalam rentang waktu dua pekan terakhir. Tren positif ini didorong oleh meredanya spekulasi pasar terkait kebijakan kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed.

Nilai dari emas spot terpantau bergerak stabil di level 4.175,02 dollar AS per ons. Sedangkan kontrak emas berjangka AS untuk periode pengiriman Agustus justru menanjak 1,5 persen ke posisi 4.186,80 dollar AS per ons.

Sepanjang pekan lalu, komoditas logam mulia ini berhasil membukukan total penguatan sebesar lebih dari 2 persen. Rapor hijau tersebut mengakhiri tren pelemahan beruntun yang sempat terjadi selama empat pekan sebelumnya.

“Kami perkirakan, IHSG berpeluang menguat dengan support 5899 dan resist 5940. Untuk sentimen, kami perkirakan akan ada rilis cadangan devisa, di sisi lain investor akan mencermati nilai tukar Rupiah yg diperkirakan akan melemah menguji 18116 serta pergerakan harga komoditas emas dan minyak yg rawan koreksi,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Menghadapi sesi perdagangan Selasa, pelaku pasar ritel disarankan memperhatikan beberapa saham potensial. Rekomendasi mencakup saham BBRI dengan target Rp 2.900-Rp 3.090, MDKA di rentang Rp 2.900-Rp 3.030, serta TINS pada target Rp 3.650-Rp 3.790.

Selain itu, terdapat analisis tambahan dari para pakar saham yang merangkum beberapa emiten potensial lainnya untuk hari ini.

Emiten PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) ditutup menguat sebesar 0,31 persen pada level Rp 8.000 pada Senin (6/7). Tren pergerakannya dinilai positif setelah menembus garis resistance trendline dan didukung indikator MACD di zona positif.

Dengan indikasi teknikal tersebut, AADI diproyeksikan melanjutkan kenaikan menuju target Rp 8.275 hingga Rp 8.400. Analis menyarankan aksi beli saat melemah (Buy on Weakness) dengan level support di Rp 7.850 dan Rp 7.725.

Selanjutnya, saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mulai merangkak naik ke atas MA10 pada posisi 249. Saham ini juga memiliki peluang besar untuk membentuk indikator pembalikan arah melalui pola double bottom.

Pada penutupan hari Senin (6/7), emiten properti PWON menguat sebanyak 0,79 persen menuju level Rp 256. Target resistance saham ini berada di angka Rp 288, dengan rekomendasi speculative buy dan batas support ketat di Rp 236.

Sementara itu, saham PT United Tractors Tbk (UNTR) justru harus mendarat di zona merah dengan koreksi 0,83 persen ke level Rp 23.800. Secara pergerakan teknikal, harga saham UNTR sebenarnya sudah berhasil melakukan pullback.

Meskipun begitu, pelaku pasar perlu waspada karena indikator RSI dan volume perdagangan memperlihatkan gejala bearish divergence. Saham UNTR direkomendasikan hold dengan target batas resistance terdekat di Rp 25.050 serta area support di Rp 23.300.

Reporter: Moch Febrianto