IHSG Berpeluang ke Level 6.150 Usai Menguat 0,69 Persen

Ilustrasi ihsg (sumber foto: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Selasa, 07 Juli 2026 | 10:01:16 WIB

JAKARTA - Laju Indeks harga saham gabungan (IHSG) menyudahi perdagangan kemarin, Senin (6/7/2026), dengan bergerak menguat. Pergerakan positif tersebut ikut mendorong apresiasi harga pada beberapa saham seperti AKRA, BBRI, serta BUMI hingga sore hari.

Merujuk pada data bursa, posisi IHSG ditutup menanjak sebesar 0,69% ke level 5.916,07. Sepanjang sesi, pergerakan indeks saham berfluktuasi di rentang 5.857,35 hingga 5.935,68.

Dari total emiten yang aktif, tercatat ada 403 saham yang menguat, 259 saham melemah, serta 297 saham yang tidak mengalami perubahan harga.

Untuk kelompok saham-saham unggulan LQ45, PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 3,59% ke Rp1.300, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang tumbuh 2,95% ke Rp2.790, dan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) naik 1,44% ke Rp141.

Tren kenaikan ini juga diikuti oleh saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang menanjak 1,35% ke Rp1.505, PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) terangkat 1,27% ke Rp318, serta PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menguat 1,24% ke Rp6.125.

Sebaliknya, penurunan harga menimpa saham PT Indosat Tbk. (ISAT) sebesar 5,04% ke Rp1.885, PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) turun 1,92% ke Rp1.510, dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) merosot 1,90% ke Rp515.

Pelemahan juga dialami oleh PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) sebesar 1,73% ke Rp1.420, PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) turun 1,67% ke Rp1.770, serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang terpangkas 1,59% ke Rp2.480.

Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman menyebutkan melalui analisis teknikal, grafik indeks pasca menguat 2,28% pekan lalu sekarang berpeluang mengejar target kelanjutan naik pada rentang 6.000–6.150.

"IHSG berpotensi mencoba break resistance di 5.900–5.950, dengan target kenaikan di 6.000 hingga 6.150" sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Analis BNI Sekuritas mengidentifikasi bahwa area support indeks sebelumnya ada di rentang 5.780–5.850, sedangkan posisi resistance dipatok pada target 5.950–6.000.

Walaupun ditutup menguat pada sesi sebelumnya, pergerakan indeks masih dibayangi aksi jual bersih oleh pemodal asing senilai kisaran Rp16,6 miliar. Barisan saham utama yang paling banyak dilepas asing mencakup BBRI, MAPI, TPIA, EMAS, dan ISAT.

Reporter: Moch Febrianto