Nilai Tukar Rupiah Senin 6 Juli 2026 Ditutup Rp17.945 per Dolar AS Jumat Lalu Awal Pekan Melemah

Ilustrasi Kurs Mata Uang (Sumber foto: NET)
Senin, 06 Juli 2026 | 12:19:31 WIB

JAKARTA – Nilai tukar rupiah diperkirakan memiliki ruang untuk menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pekan ini, seiring pelemahan indeks dolar akibat data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan.

Analis Doo Financial Futures menilai minimnya agenda data ekonomi penting dari AS membuat perhatian investor tertuju pada dampak data nonfarm payrolls (NFP). Kondisi ini membuka peluang bagi indeks dolar AS untuk melanjutkan pelemahannya, sehingga memberi ruang bagi rupiah untuk menguat.

Namun, dari sisi domestik, penguatan rupiah bergantung pada rilis data ekonomi seperti cadangan devisa, indeks kepercayaan konsumen, dan penjualan ritel. “Penguatan rupiah dapat tertahan dan mungkin berbalik melemah apabila data-data ekonomi domestik pekan depan mengecewakan,” ujar analis, Minggu (5/7/2026).

Meski begitu, performa rupiah diperkirakan masih tertinggal dibandingkan dengan mayoritas mata uang Asia lainnya. Rupiah masih dibayangi sentimen domestik seperti potensi penurunan peringkat utang Indonesia, status pasar modal, serta isu ketahanan fiskal pemerintah.

Sepanjang pekan ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.700–Rp18.100 per dolar AS. Pada perdagangan Jumat (3/7/2026), rupiah ditutup menguat 44 poin ke level Rp17.945 per dolar AS.

Awal pekan, Senin (6/7/2026), rupiah justru dibuka melemah 0,18 persen ke level Rp17.995 per dolar AS pada pukul 09.05 WIB. Pelemahan ini sejalan dengan mayoritas mata uang Asia lainnya, dengan yen Jepang melemah 0,30 persen, dolar Taiwan 0,28 persen, dan won Korea 0,25 persen terhadap dolar AS.

Pergerakan rupiah selanjutnya akan bergantung pada respons pasar terhadap rilis data ekonomi domestik serta perkembangan sentimen global.

Reporter: Diaz Muhammad Hanif