Emas Catat Rekor 4.187 US dolar per Troy Ounce, Investor Beralih ke Safe-Haven

Ilustrasi Emas (Sumber gambar: NET)
Senin, 06 Juli 2026 | 12:19:20 WIB

JAKARTA – Harga emas melonjak ke Rp 2,4 juta per gram atau setara 4.187 US dolar per troy ounce pada Senin 6 Juli 2026, mencetak rekor tertinggi global. Kenaikan ini dipicu oleh publikasi data tenaga kerja Amerika Serikat yang memunculkan spekulasi inflasi serta prospek pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.

Lonjakan harga emas tersebut menandai pencapaian bersejarah di pasar komoditas, baik domestik maupun global. Data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan, termasuk tingkat pengangguran yang lebih rendah dan pertumbuhan upah yang solid, menjadi katalis utama. Investor menilai kondisi ini berpotensi memicu inflasi yang membandel, sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Biasanya, data tenaga kerja yang kuat dapat mendorong ekspektasi pengetatan kebijakan moneter The Fed dan menekan harga emas. Namun kali ini, pasar bereaksi berbeda. Investor justru melihat risiko inflasi sebagai ancaman yang lebih besar, membuat emas semakin diminati sebagai safe-haven di tengah ketidakpastian ekonomi global dan geopolitik.

Prospek investasi emas pasca rekor tertinggi ini tetap positif. Meskipun koreksi harga bisa terjadi setelah lonjakan besar, faktor pendorong seperti inflasi global, ketidakpastian geopolitik, dan arah kebijakan bank sentral masih berpotensi menopang permintaan emas. Diversifikasi portofolio dengan alokasi emas dinilai sebagai strategi bijak untuk melindungi nilai investasi di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

Reporter: Diaz Muhammad Hanif