Harga Emas Antam 3 Juli 2026 Naik Rp 11.000, Buyback Melonjak Tajam
JAKARTA - Harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk pada Jumat, 3 Juli 2026 kembali bergerak melesat naik. Nilai logam mulia Antam hari ini tercatat lebih mahal Rp 11.000 per gram. Saat ini, harga emas Antam dipatok Rp 2.651.000 per gram, setelah pada perdagangan sehari sebelumnya berada di angka Rp 2.640.000 per gram. Dalam kurun waktu dua hari saja, komoditas ini sudah menguat sebesar Rp 26.000.
Di sisi lain, pergerakan naik yang lebih signifikan terjadi pada harga buyback atau beli kembali. Nilai buyback emas Antam hari ini melonjak sebesar Rp 55.000 sehingga menyentuh angka Rp 2.400.000 per gram. Nilai beli kembali ini merupakan patokan harga yang digunakan ketika masyarakat ingin menjual kembali emas mereka ke Antam.
Sebagai catatan sejarah, emas Antam pernah menyentuh titik tertinggi sepanjang masa pada Kamis, 29 Januari 2026 dengan harga Rp 3.168.000 per gram. Pada momentum rekor tersebut, nilai buyback dipatok berada pada level Rp 2.989.000 per gram. Berikut adalah rincian daftar harga emas Antam terbaru untuk berbagai ukuran pecahan:
Emas 0,5 gram: Rp 1.375.500 Emas 1 gram: Rp 2.651.000 Emas 2 gram: Rp 5.242.000 Emas 3 gram: Rp 7.838.000 Emas 5 gram: Rp 13.030.000 Emas 10 gram: Rp 26.005.000 Emas 25 gram: Rp 64.887.000 Emas 50 gram: Rp 129.695.000 Emas 100 gram: Rp 259.312.000 Emas 250 gram: Rp 648.015.000 Emas 500 gram: Rp 1.295.820.000 Emas 1.000 gram: Rp 2.591.600.000
Sementara itu, pergerakan harga emas di pasar dunia juga terpantau melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Kamis, 2 Juli 2026. Nilai komoditas ini melonjak lebih dari 2 persen menyusul rilis data ketenagakerjaan nonfarm payrolls Amerika Serikat yang lebih rendah dari prediksi semula, sehingga meredam ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS pada 2026.
Tercatat harga emas spot merangkak naik 2,2 persen ke level US$ 4.117,63 per ons, sedangkan untuk kontrak berjangka komoditas ini menguat 1,2 persen menuju posisi US$ 4.130,10. Penurunan indeks dolar sebesar 0,7 persen turut memberikan stimulus positif karena membuat emas menjadi lebih murah bagi para pelaku pasar yang menggunakan mata uang lain.
"Angka pekerjaan yang lebih rendah dari perkiraan menunjukkan kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini lebih kecil. Seperti yang kami ketahui, emas cenderung berkinerja lebih baik dalam lingkungan suku bunga lebih rendah," ujar pihak High Ridge Futures. Pihaknya juga menambahkan bahwa kondisi tersebut memicu terjadinya reli yang sangat signifikan di pasar logam mulia internasional.
Berdasarkan laporan Departemen Tenaga Kerja, roda ekonomi Amerika Serikat hanya mampu menambah 57.000 lapangan pekerjaan pada bulan lalu, jauh di bawah proyeksi para ekonom yang mematok angka kenaikan 110.000. Sementara itu, tingkat pengangguran dilaporkan bertahan pada posisi 4,2 persen.
Perkembangan ini berjalan selaras dengan data kompilasi pada hari Rabu yang memperlihatkan pertumbuhan penggajian sektor swasta di AS melaju kurang dari target pada Juni. Saat ini instrumen pasar melihat peluang kenaikan suku bunga pada September menyusut ke angka 51 persen dari yang sebelumnya mencapai 66 persen.
Sebelumnya, otoritas bank sentral menyampaikan bahwa ekspektasi serta risiko inflasi telah mengalami penurunan dalam beberapa pekan belakangan. Meskipun demikian, otoritas tetap menegaskan komitmen kuat untuk menekan laju inflasi agar bisa kembali menuju target sasaran di level 2 persen.
Sentimen positif lainnya juga datang dari laporan Dewan Emas Dunia yang mencatat adanya aksi akumulasi pembelian oleh sejumlah bank sentral pada bulan Mei. Cadangan emas resmi global dilaporkan mengalami pertumbuhan bersih hingga mencapai 41 ton di sepanjang bulan tersebut. Di lain pihak, pembicaraan tidak langsung antara Iran dan pihak Amerika Serikat di Timur Tengah dilaporkan berakhir tanpa adanya sinyal kemajuan menuju perdamaian.