BP Tapera Optimistis Target 350.000 Unit FLPP 2026, Juni Pecah Rekor 26.844 Unit

Ilustrasi Rumah Subsidi (sumber foto: NET)
Kamis, 02 Juli 2026 | 08:22:27 WIB

JAKARTA – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) melaporkan lonjakan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada Juni 2026. Dalam satu bulan, sebanyak 26.844 unit rumah subsidi berhasil disalurkan, menjadikan Juni sebagai bulan dengan realisasi tertinggi sepanjang semester pertama.

Deputi Komisioner Bidang Hukum dan Administrasi BP Tapera, Wilson Lie Simatupang, menyebut capaian Juni menyumbang 53,21 persen dari total realisasi kuartal II yang mencapai 50.447 unit. Secara keseluruhan, hingga 30 Juni 2026, penyaluran FLPP telah mencapai 91.531 unit rumah senilai Rp11,37 triliun, terdiri atas 91.522 unit rumah tapak dan sembilan unit rumah susun.

“Penyaluran FLPP yang meningkat tajam pada bulan Juni 2026 mendorong pertumbuhan triwulan II sebesar 22,79 persen dibandingkan dengan Kuartal I,” jelas Wilson, Rabu (1/7/2026).

Sepanjang Kuartal I, realisasi penyaluran FLPP mencapai 41.084 unit, dengan Maret sebagai kontributor terbesar, 19.250 unit. Sementara Kuartal II sempat turun pada Mei, namun kembali melonjak pada Juni hingga mencatatkan rekor baru.

Wilson mengakui pelaksanaan FLPP 2026 menghadapi tantangan terkait penerapan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Baku Sawah (LBS). Pemerintah merespons dengan SKB Mendagri dan Menteri ATR/BPN untuk mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah melalui integrasi LP2B ke RTRW.

BP Tapera juga mengapresiasi kebijakan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK sejak 13 April 2026, yang mempermudah akses KPR subsidi bagi calon debitur dengan catatan kredit di bawah Rp1 juta.

Memasuki semester II, BP Tapera optimistis target penyaluran 350.000 unit rumah subsidi dapat tercapai. Prognosa menunjukkan target bulanan meningkat dari 31.270 unit pada Juli hingga 52.896 unit pada Desember.

Langkah percepatan dilakukan melalui kerja sama dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, komunitas, organisasi profesi, hingga serikat pekerja. Dari sisi pasokan, koordinasi dengan asosiasi pengembang dan sinkronisasi data kebutuhan rumah terus diperkuat.

Hingga 1 Juli 2026, realisasi penyaluran FLPP tercatat 93.339 unit dengan nilai Rp11,60 triliun.

Reporter: Diaz Muhammad Hanif