IHSG Diprediksi Kembali Menguji Level 5.750 pada Perdagangan Kamis
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 3,56% hingga berakhir di posisi 5.883,88 pada sesi perdagangan hari Rabu (24/6/2026). Pergerakan indeks ini diperkirakan masih berpotensi untuk menguji batas support yang lebih rendah, yakni di sekitar level 5.750 pada perdagangan hari Kamis (25/6/2026).
Menurut Head of Retail Research, penurunan yang dialami oleh IHSG ini masih dipengaruhi secara kuat oleh sentimen yang berasal dari hasil MSCI Annual Market Classification Review. “MSCI memang masih menetapkan Indonesia sebagai Emerging Market, namun terdapat sejumlah catatan seperti transparansi kepemilikan saham, validitas free float, serta indikasi coordinated trading,” ujarnya pada Rabu (24/6/2026).
Di samping itu, merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut memberikan tekanan tambahan di pasar keuangan, di mana rupiah melemah hingga menyentuh angka Rp 17.997 per dolar AS. Tekanan terhadap mata uang garuda ini terjadi sejalan dengan menguatnya indeks dolar AS (DXY) akibat kekhawatiran pasar atas kebijakan hawkish dari bank sentral Amerika Serikat yang diprediksi menahan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
Sejalan dengan pandangan tersebut, seorang Equity Research Analyst mengungkapkan bahwa reaksi negatif dari para pelaku pasar juga disebabkan oleh minimnya sentimen positif di tengah ketidakpastian yang berlanjut dari hasil tinjauan MSCI. “MSCI masih akan memonitor efektivitas reformasi pasar modal Indonesia. Jika hingga November 2026 tidak ada perubahan signifikan, terdapat peluang penurunan status menjadi Frontier Market,” jelasnya.
Bila dilihat secara teknikal, pergerakan IHSG terpantau sudah menembus ke bawah batas psikologisnya di level 6.000. Indikator MACD memperlihatkan adanya pelemahan pada momentum pergerakan, sedangkan stochastic RSI menunjukkan pola death cross pada area jenuh beli atau overbought. Kondisi teknikal ini dinilai membuka peluang bagi pergerakan indeks untuk kembali menguji area support yang lebih rendah di kisaran 5.750.
Untuk jalannya sesi perdagangan pada hari Kamis (25/6/2026), Head of Retail Research memproyeksikan bahwa indeks mempunyai kesempatan untuk mengalami technical rebound meskipun pergerakannya akan cenderung terbatas, dengan area support berada di level 5.850 dan resistance di level 5.930. Di sisi lain, Equity Research Analyst memprediksi pergerakan indeks masih berpeluang melanjutkan tren melemahnya dengan menguji kisaran level 5.750.
Terdapat pula rekomendasi untuk beberapa saham yang dapat diperhatikan oleh para investor pada perdagangan hari ini, antara lain:
BREN pada kisaran Rp 4.100-Rp 4.920
INCO pada level Rp 5.500-Rp 5.925
MBMA pada rentang Rp 565-Rp 605