JAKARTA - Pada pembukaan perdagangan Kamis, 25 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan pelemahan.
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG masih rawan terkoreksi pada perdagangan hari ini, meski peluang penguatan jangka pendek tetap ada.
"Kami memperkirakan IHSG berpotensi terkoreksi ke area 5.723–5.847, namun selanjutnya masih memiliki peluang menguat ke kisaran 6.548–6.782," ujar Herditya dalam riset harian.
Dengan sentimen tersebut, Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 5.784, 5.594 dan resistance 6.286, 6.459. Ia merekomendasikan sejumlah saham:
- BREN
- INCO
- MBMA
Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, memperkirakan indeks saham masih berada dalam tekanan setelah melanjutkan pelemahan pada perdagangan sebelumnya.
"IHSG berpotensi rebound selama mampu bertahan di atas 5.722. Namun jika level tersebut ditembus, pelemahan berisiko berlanjut menuju 5.472," ujar Ivan.
Ivan memprediksi IHSG bergerak di level support 5.847, 5.722, 5.472, 5.314 dan resistance 6.121, 6.294, 6.545, 6.835, 7.207. Ia merekomendasikan saham:
- ADRO
- AMRT
- ANTM
- BBNI
- BMRI
IHSG ditutup di level 5.883 pada perdagangan Rabu, 24 Juni 2026, melemah 217,45 poin atau minus 3,56 persen dari perdagangan sebelumnya.
Mengutip RTI Infokom, nilai transaksi investor mencapai Rp15,15 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 26,94 miliar lembar.
Pada penutupan kemarin, 98 saham menguat, 611 terkoreksi, dan 104 stagnan.