Cum Dividen 23 Juni 2026, Saham TINS TBMS GLVA Jadi Sorotan Investor
JAKARTA - Sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada Selasa, 23 Juni 2026. Investor yang membeli saham hingga penutupan perdagangan hari ini masih berhak memperoleh dividen tunai sesuai jadwal pembagian masing-masing emiten.
Cum dividen merupakan hari terakhir investor dapat membeli saham agar tercatat sebagai pemegang saham yang berhak menerima dividen. Setelah melewati tanggal ex dividen, pembeli saham tidak lagi memperoleh hak atas pembagian dividen periode tersebut. Karena itu, investor yang mengincar dividen harus memastikan transaksi pembelian selesai sebelum penutupan perdagangan pada tanggal cum dividen.
Terdapat enam saham yang memasuki cum dividen hari ini, yakni BDKR, GLVA, MTMH, NSSS, TBMS, dan TINS. Di antara keenamnya, TINS menawarkan dividend yield tertinggi berdasarkan harga penutupan Senin, 22 Juni 2026.
Daftar saham cum dividen 23 Juni 2026:
TINS: Dividen Rp88,189 per saham, harga Rp3.750, yield 2,35%, ex dividen 24 Juni, recording date 25 Juni, pembayaran 10 Juli 2026
GLVA: Dividen Rp10, harga Rp322, yield 3,11%, ex dividen 24 Juni, recording date 25 Juni, pembayaran 16 Juli 2026
NSSS: Dividen Rp5, harga Rp585, yield 0,85%, ex dividen 24 Juni, recording date 25 Juni, pembayaran 10 Juli 2026
BDKR: Dividen Rp2,65, harga Rp136, yield 1,95%, ex dividen 24 Juni, recording date 25 Juni, pembayaran 17 Juli 2026
MTMH: Dividen Rp2,42, harga Rp950, yield 0,25%, ex dividen 24 Juni, recording date 25 Juni, pembayaran 15 Juli 2026
TBMS: Dividen US$0,0016 ? Rp28,52, harga Rp1.270, yield 2,25%, ex dividen 24 Juni, recording date 25 Juni, pembayaran 15 Juli 2026
Dividend yield tertinggi:
GLVA: 3,11%
TINS: 2,35%
TBMS: 2,25%
BDKR: 1,95%
NSSS: 0,85%
MTMH: 0,25%
Perhitungan dividend yield dilakukan dengan membagi dividen per saham dengan harga saham × 100%, berdasarkan harga penutupan 22 Juni 2026. Yield dapat berubah apabila harga saham bergerak menjelang cum dividen.
Meski dividen menjadi daya tarik, investor perlu mewaspadai dividend trap. Setelah memasuki ex dividen, harga saham kerap mengalami penyesuaian seiring berkurangnya nilai dividen yang dibagikan. Keputusan investasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada besarnya dividend yield, tetapi juga mempertimbangkan prospek bisnis, kinerja keuangan, serta potensi pertumbuhan emiten dalam jangka panjang.