IHSG Hari Ini 23 Juni 2026 Uji Support 5.732, Investor Waspada Sentimen

Ilustrasi IHSG (sumber foto: NET)
Selasa, 23 Juni 2026 | 10:18:03 WIB

JAKARTA - Sebagian analis memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak terbatas pada perdagangan Selasa, 23 Juni 2026.

“IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave (iv), sehingga IHSG rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji rentang area 5.732-5.972,” tulis riset harian.

Di sisi lain, indeks komposit masih berpeluang menguat ke rentang 6.548-6.782. “IHSG terkoreksi 0,98% ke 6.116 [kemarin] dan disertai dengan munculnya tekanan jual, namun pergerakan IHSG masih mampu berada di atas MA20,” tuturnya.

Pasar juga menantikan hasil MSCI Annual Market Classification Review yang akan berdampak pada persepsi investor global terhadap saham Indonesia. Selain itu, rilis M2 Money Supply Indonesia serta perkembangan review peringkat kredit Indonesia oleh S&P Global turut menjadi perhatian.

“Selama bertahan di atas area support 6.070-5.930, peluang rebound masih terbuka dengan target resistance 6.300-6.350,” kata analis lain.

Pada perdagangan Senin, 22 Juni 2026, IHSG ditutup melemah 0,98% di posisi 6.116. Investor asing melakukan net sell mencapai Rp1,11 triliun di pasar reguler, dengan tekanan terbesar pada saham BBRI senilai Rp261,97 miliar. Saham BBRI melemah 2% ke Rp2.870 per saham.

Sementara itu, bursa Asia bersiap untuk dibuka menguat pada perdagangan Selasa. Optimisme pasar terhadap kemajuan perundingan damai Amerika Serikat dan Iran berhasil menekan harga minyak dunia serta meredam sentimen negatif dari Wall Street.

Kontrak berjangka indeks saham menunjukkan potensi penguatan di Sydney, Hong Kong, dan Tokyo. Harga minyak mentah AS stabil di awal perdagangan Asia setelah sempat anjlok hampir 3% pada Senin. Di Wall Street, kontrak berjangka S&P 500 bergerak mendatar setelah saham Alphabet memimpin kejatuhan saham berkapitalisasi besar.

Saham SpaceX ambles 16% pada Senin setelah mengumumkan rencana penjualan obligasi berperingkat layak investasi untuk mendukung aksi pinjaman besar. Dari pasar obligasi, surat utang pemerintah AS terkoreksi, sementara yen Jepang melemah mendekati level terendah sejak 1986.

Reporter: Diaz Muhammad Hanif