Daftar 14 Saham Cum Dividen 22 Juni 2026 dengan Yield Paling Besar
JAKARTA - Investor saham di Bursa Efek Indonesia masih memiliki kesempatan untuk menikmati pembagian keuntungan menjelang penutupan bulan Juni 2026. Pada hari Senin tanggal 22 Juni 2026, tercatat ada beberapa perusahaan terbuka yang telah resmi memasuki periode cum dividen.
Sejumlah emiten tersebut menyajikan tingkat pengembalian yang cukup tinggi. Nilai keuntungan yang ditawarkan bahkan ada yang menyentuh angka Rp950 untuk setiap lembar saham, atau setara dengan Rp95.000 untuk per satu lotnya sebelum dikenakan potongan pajak.
Batas akhir periode cum dividen sendiri merupakan kesempatan terakhir bagi para pemegang saham untuk berhak mendapatkan pembagian keuntungan. Pembeli yang mengincar pembagian tersebut wajib memiliki aset bersangkutan paling lambat pada tanggal cum dividen dan menahannya sampai hari pencatatan penerima hak.
Berikut merupakan rincian emiten yang masuk dalam jadwal cum dividen pada hari ini beserta perkiraan persentase keuntungan yang bisa didapatkan:
TIFA: Rp4,00 per saham, harga Rp278, yield 1,44 persen AGII: Rp11,42 per saham, harga Rp2.670, yield 0,43 persen BATR: Rp2,00 per saham, harga Rp90, yield 2,22 persen BMHS: Rp1,03 per saham, harga Rp183, yield 0,56 persen CEKA: Rp150,00 per saham, harga Rp2.380, yield 6,30 persen DGWG: Rp6,50 per saham, harga Rp302, yield 2,15 persen ESTI: Rp2,00 per saham, harga Rp129, yield 1,55 persen HGII: Rp0,43 per saham, harga Rp130, yield 0,33 persen MDIY: Rp17,62 per saham, harga Rp845, yield 2,09 persen MKPI: Rp950,00 per saham, harga Rp21.825, yield 4,35 persen PEHA: Rp5,01 per saham, harga Rp254, yield 1,97 persen PTBA: Rp114,508 per saham, harga Rp2.530, yield 4,53 persen PWON: Rp13,00 per saham, harga Rp254, yield 5,12 persen SMRA: Rp5,00 per saham, harga Rp294, yield 1,70 persen
Mengenai performa dari beberapa emiten utama, PT Bukit Asam Tbk berhasil membukukan total pendapatan senilai Rp42,65 triliun dengan perolehan keuntungan bersih sebesar Rp2,93 triliun sepanjang tahun buku 2025. Badan usaha ini mengalokasikan dana keuntungan sebesar Rp114,508 tiap saham atau berkisar Rp1,32 triliun, yang mana porsi tersebut setara dengan 45 persen dari keseluruhan laba bersih sedangkan sisa dananya bakal disimpan demi memperkuat pengembangan operasional.
Di sisi lain, PT Metropolitan Kentjana Tbk selaku pengelola area Pondok Indah memberikan dividen tunai senilai Rp950 per saham. Angka nominal ini menjadi salah satu yang paling bernilai tinggi sepanjang masa pembagian kali ini, di mana dananya diambil langsung dari hasil keuntungan bersih tahun buku 2025 lewat persetujuan rapat pemegang saham.
Selanjutnya, PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk selaku produsen olahan minyak nabati serta komoditas pangan menetapkan pembagian keuntungan tunai di angka Rp150 per lembar saham. Perusahaan ini secara rekam jejak memang dikenal mempunyai kondisi fundamental yang kokoh sekaligus teratur dalam membagikan keuntungan kepada para investornya.
Sementara itu, PT Pakuwon Jati Tbk membagikan keuntungan sebesar Rp13 per lembar saham. Catatan performa finansial dari perseroan ini terus ditopang oleh pemasukan rutin yang bersumber dari pusat perbelanjaan, lini perhotelan, hingga kompleks perkantoran, di samping adanya hasil penjualan lini properti.
Terakhir, PT Summarecon Agung Tbk mengalokasikan dividen sebesar Rp5 untuk setiap lembar sahamnya. Pihak korporasi terus berupaya menjaga tren perkembangan sektor usahanya lewat pembukaan kawasan hunian terpadu baru serta aktivitas penjualan aset properti di beberapa kota besar.