IHSG Melemah 0,55 Persen, Analisis Saham Pilihan EMAS, HEAL, dan ADRO

Ilustrasi ihsg (sumber foto: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Kamis, 18 Juni 2026 | 15:59:07 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi perdagangan 17 Juni 2026 berakhir merosot sebesar -0,55% atau berkurang -34,22 poin menuju posisi 6.220. Penurunan IHSG ini terjadi setelah mengalami tren penguatan selama 2 hari berturut-turut. Saat ini, para pelaku pasar sedang menunggu hasil keputusan kebijakan suku bunga BI-Rate hari ini yang memiliki peluang untuk dinaikkan sebesar 25 bps sampai 50 bps (18/6). Langkah penyesuaian tersebut diambil demi menjaga stabilitas nilai tukar mata uang serta meminimalkan risiko keluarnya modal asing.

Dari dalam negeri, perhatian pasar juga tertuju pada pengumuman MSCI tanggal 18 Juni 2026 atau 19 Juni pukul 03.30 WIB terkait Global Market Accessibility, serta agenda Annual Market Classification pada 23 Juni 2026 atau 24 Juni pukul 03.30 WIB. Keputusan MSCI pada 18 Juni tersebut menjadi penentu apakah posisi pasar saham domestik akan diturunkan statusnya menjadi frontier market atau tetap bertahan sebagai emerging market pada tanggal 23 Juni nanti. Sebelumnya, MSCI telah memberlakukan pembekuan bagi pasar saham Indonesia sejak 27 Januari 2026 dan akan mengevaluasi kembali aspek keterbukaan serta kelayakan investasi pasar domestik hingga 18 Juni 2026. Kondisi pasar yang penuh ketidakpastian ini ditunjukkan oleh berlanjutnya aksi jual bersih investor asing dengan akumulasi outflow sepanjang tahun berjalan mencapai Rp78,73 miliar di pasar reguler.

Sementara itu dari pasar global, bursa saham utama Wall Street ditutup kompak melemah dengan Indeks Dow Jones terpangkas -1,21% dan Nasdaq merosot -1,35% (17/6). Bursa saham mengalami tekanan jual akibat aksi ambil untung investor setelah Presiden Trump menandatangani kesepakatan penghentian konflik Iran-AS di Prancis. Pada saat yang sama, The Fed kembali mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada kisaran 3,5%-3,75% dalam pertemuan FOMC 18 Juni 2026. Langkah ini sejalan dengan proyeksi pelaku pasar, meskipun pandangan hawkish Warsh demi mengendalikan stabilitas harga mengindikasikan era suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama hingga inflasi melandai ke target 2%. Pergerakan IHSG untuk hari ini diperkirakan akan berfluktuasi secara bervariasi pada kisaran rentang 6.000 sampai 6.100.

Berikut adalah beberapa pilihan saham untuk hari ini:

EMAS (Accum Buy) Closing Price: 7.000 Take Profit: 7,250 Stop Loss: 6.500

Saham EMAS bergerak mendatar di sekitar area batas bawah dukungan harga dengan membentuk pola lilin spinning candle. Indikator MACD bar histogram menunjukkan pelemaan yang mulai terbatas dalam fase pengumpulan volume.

Sepanjang tahun berjalan ini, saham EMAS telah dikumpulkan oleh investor asing dengan nilai bersih mencapai Rp2,11 triliun, di tengah kondisi keluarnya dana investor asing dari pasar domestik yang mencapai Rp78 triliun secara kumulatif hingga (17/6). Manajemen EMAS menargetkan pengerjaan produksi emas pertama mereka (heap leach) dapat mulai beroperasi pada Triwulan I tahun 2026 (1Q26) dengan proyeksi volume kapasitas sebesar 145 ribu ons per tahun. Jumlah total cadangan yang dimiliki sebesar 1,9 juta ons emas dan menjadi yang paling besar di kawasan ASEAN.

HEAL (Accum Buy) Closing Price: 885 Take Profit: 925 Stop Loss: 845

Saham HEAL memiliki peluang untuk berbalik arah naik dengan membentuk konformasi pola cup and handle. Posisi indikator stochastic terlihat saling bersilangan didukung oleh indikator MACD bar histogram yang berada dalam tren pengumpulan saham.

ADRO (Accum Buy) Closing Price: 2.330 Take Profit: 2.400 Stop Loss: 2.200

Saham ADRO terpantau sedang berada dalam fase bergerak mendatar pada area batas bawah harga dukungannya. Struktur indikator MACD bar histogram menunjukkan nilai positif yang berada dalam momentum akumulasi beli. Jika dihitung sejak awal tahun hingga tanggal (17/6), investor asing tercatat telah melakukan akumulasi beli bersih pada saham ADRO dengan total nilai mencapai Rp2,28 triliun.

Reporter: Moch Febrianto