IHSG Terkoreksi 0,55 Persen dan Simak 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

Ilustrasi ihsg (sumber foto: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Kamis, 18 Juni 2026 | 15:59:07 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 0,55% hingga berada di posisi 6.220,74 pada akhir transaksi Rabu (17/6). Pendorong pergerakan indeks ditopang oleh penguatan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Di sisi lain, pelemahan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) menjadi penekan utama.

Investor dari luar negeri mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp328,73 miliar pada pasar reguler. Meski begitu, secara keseluruhan di seluruh pasar membukukan aksi beli bersih mencapai Rp2,51 triliun. Melalui tinjauan sektoral, sebanyak tujuh dari sebelas sektor terpuruk di zona negatif dengan koreksi terdalam dialami sektor industri sebesar 2,52%, sedangkan sektor kesehatan memimpin penguatan sebesar 0,58%.

Pada pasar internasional, bursa saham Amerika Serikat berakhir di zona merah. Indeks Dow Jones merosot 0,98% ke level 51.492, S&P 500 mengalami penyusutan 1,21% ke angka 7.420, dan Nasdaq terkoreksi 1,35% menuju 26.021. Para pelaku pasar memantau langkah Federal Reserve yang mempertahankan tingkat suku bunga acuan serta mengantisipasi keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diprediksi menaikkan BI Rate 25 basis poin menjadi 5,75%.

Kedua agenda besar tersebut diperkirakan dapat memberikan pengaruh pada nilai tukar rupiah, aliran modal asing, serta laju pergerakan IHSG dalam jangka pendek. Sementara itu, indeks ETF EIDO mengalami penurunan sebesar 1,42%, sedangkan MSCI Indonesia bergerak menguat 0,33%.

Melihat aksi korporasi, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) berencana menggelar penawaran tender wajib (mandatory tender offer/MTO) terhadap saham PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) dengan jumlah paling banyak 900 juta saham atau setara dengan 28,57% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh. Nilai penawaran ditetapkan sebesar Rp63 per saham, yang mana angka ini sama dengan nilai ketika pengambilalihan.

Dengan skema tersebut, total nilai transaksi berpeluang menembus Rp56,7 miliar jika semua saham publik yang berhak terserap sepenuhnya dalam MTO. Masa pelaksanaan agenda ini dijadwalkan bergulir mulai 18 Juni sampai 17 Juli 2026. Berdasarkan indikator teknikal, pergerakan saham INET terpantau berada di bawah tekanan area rata-rata pergerakan 21 hari (EMA 21) dengan target pergerakan menuju posisi Rp196.

Di tempat lain, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menyampaikan agenda pembelian kembali saham dengan alokasi dana paling banyak Rp1,46 triliun yang bersumber dari kas internal. Jumlah kas perseroan pada tahun 2025 berada di angka US$192,64 juta, mengalami penurunan dari periode tahun sebelumnya yang sebesar US$244,03 juta.

Apabila seluruh program buyback dieksekusi, jumlah aset MBMA diproyeksikan bergeser menjadi US$3,65 bilyar dari nilai awal US$3,74 bilyar, sedangkan total ekuitas diperkirakan menyesuaikan menjadi US$2,27 bilyar dari US$2,35 bilyar. Perseroan mengantongi pendapatan sebesar US$1,43 bilyar pada tahun 2025, menyusut sebesar 22,18% dari tahun sebelumnya.

Walau demikian, nilai laba per saham (EPS) mengalami kenaikan sebesar 28,57% menjadi US$0,00027 dibandingkan US$0,00021 pada tahun 2024. Setelah memperhitungkan efek dari aksi buyback, nilai EPS diperkirakan merangkak naik ke posisi US$0,00028. Rangkaian program pembelian kembali saham ini diagendakan berjalan dari 17 Juni hingga 16 September 2026.

Sementara itu, PT Timah Tbk (TINS) memutuskan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 dengan nilai Rp88,18 per saham atau setara total Rp656,82 miliar. Jumlah ini setara dengan rasio pembayaran dividen sebesar 50% dari perolehan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Kebijakan ini telah mengantongi persetujuan dari pemegang saham lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 12 Juni 2026.

Sepanjang tahun 2025, TINS menorehkan pendapatan sebesar Rp11,55 triliun, tumbuh 6,41% dari tahun sebelumnya. Nilai laba bersih perseroan ikut merangkak naik 5,14% menjadi Rp1,31 triliun, sedangkan nilai laba per saham dasar meningkat ke angka Rp176 dari Rp168 pada tahun 2024.

Berdasarkan harga penutupan perdagangan saham TINS di posisi Rp3.540 per saham pada 17 Juni 2026, tingkat imbal hasil dividen tersebut berada di kisaran 2,49%. Jadwal cum date dividen untuk pasar reguler serta negosiasi ditetapkan pada 23 Juni 2026, sedangkan proses pembayaran dividen akan dilaksanakan pada 10 Juli 2026.

Rekomendasi Pilihan Saham Hari Ini:

ESSA - Buy 650-660 | TP 675-685 | SL 610

ARKO - Buy 5950-6025 | TP 6175-6275 | SL 5650

AYAM - Buy 338-342 | TP 352-358 | SL 322

CFIN - Buy 354-360 | TP 366-370 | SL 336

ESIP - Buy 138-141 | TP 145-147 | SL 133

Reporter: Moch Febrianto