IHSG Diproyeksi Sideways Cenderung Melemah Terbawa Sentimen Global
JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada perdagangan kemarin ditutup terkoreksi sebesar 0,55 persen menuju posisi 6220. Penurunan ini juga diikuti dengan aksi jual bersih oleh investor asing di pasar reguler yang mencapai nilai Rp 328 miliar.
Sementara situasi di pasar global menunjukkan indeks saham Wall Street mengalami kejatuhan pada perdagangan hari Rabu. Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat setelah para pelaku pasar mencermati hasil rapat perdana The Fed di bawah kepemimpinan Ketua baru Kevin Warsh yang dinilai lebih kontraktif atau hawkish dari estimasi sebelumnya.
Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat melemah 0,98 persen, S&P 500 mengalami koreksi sebesar 1,21 persen, dan Nasdaq Composite merosot hingga 1,34 persen. Penurunan ini didominasi oleh saham-saham sektor teknologi seperti Microsoft, Meta Platforms, Alphabet, dan Amazon, serta diperberat oleh melemahnya saham SpaceX, meskipun saham sektor semikonduktor seperti Intel dan Micron Technology terpantau menguat.
The Fed sendiri tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada rentang 3,5 persen sampai 3,75 persen sesuai prediksi awal. Kendati demikian, perhatian para investor kini tertuju pada proyeksi ekonomi terbaru atau dot plot yang mengindikasikan adanya peluang kenaikan suku bunga pada tahun ini demi meredam inflasi.
Median perkiraan suku bunga The Fed pada akhir tahun 2026 mengalami kenaikan menjadi 3,8 persen dari estimasi sebelumnya sebesar 3,4 persen pada bulan Maret lalu. Kenaikan nilai ini memperlihatkan bahwa sebagian anggota Federal Open Market Committee menilai kebijakan moneter yang ketat masih sangat diperlukan, ditambah ketidakpastian yang meningkat setelah Kevin Warsh memilih tidak mengumpulkan proyeksi pribadinya.
Pada kawasan berbeda, bursa saham di wilayah Asia-Pasifik mayoritas bergerak di zona hijau pada perdagangan hari Rabu dengan dipimpin oleh penguatan pasar saham Korea Selatan. Sentimen di pasar regional ini masih dipengaruhi oleh situasi geopolitik serta respons para pelaku pasar terhadap proses negosiasi terbaru antara Amerika Serikat dan Iran.
Indeks Kospi di Korea Selatan terpantau naik 1,6 persen, Kosdaq melesat sebesar 1,3 persen, Nikkei 225 di Jepang menguat 0,7 persen, dan Topix terkerek hingga 0,55 persen. Selain itu, indeks S&P/ASX 200 di Australia bertambah 0,55 persen, Taiex Taiwan naik tipis 0,15 persen, sedangkan Hang Seng Hong Kong justru melemah sebesar 0,74 persen.
Terkait hubungan bilateral, Presiden Donald Trump mengonfirmasi siap membagikan rincian kesepakatan damai terbaru antara Amerika Serikat dan Iran kepada pihak Kongres. Hal ini diutarakan usai anggota Kongres meminta waktu untuk meninjau isi kesepakatan tersebut sebelum disahkan secara resmi, di mana poin awal perjanjian akan memperpanjang masa gencatan senjata selama 60 hari.
“Melihat hal tersebut, Kami memperkirakan IHSG hari ini sideways cenderung melemah dengan support 6130-6200 dan resistance 6250-6276,”
Terdapat beberapa instrumen saham yang dapat dijadikan alternatif bagi para pelaku pasar untuk menjalankan aktivitas perdagangan pada hari ini.
Berikut ini rekomendasi trading sahamnya:
AMRT Spec Buy dengan area beli di 1380-1420 cutloss di bawah 1380. Target dekat di 1450-1470.
BBCA Spec Buy dengan area beli di 5800-6000, cutloss di bawah 5800. Target dekat di 6100-6200.
MEDC Spec Buy dengan area beli di 1160-1180, cutloss di bawah 1159. Target dekat di 1210-1230.
NCKL Spec Buy dengan area beli di 930-960, cutloss di bawah 920. Target dekat di 990-1020.
BIPI Spec Buy dengan area beli di 148-151, cutloss di bawah 147. Target dekat di 153-155.
HRTA Spec Buy dengan area beli di 2180-2230, cutloss di bawah 2170. Target dekat di 2280-2350.