Sebanyak 12 Emiten Masuki Batas Akhir Cum Dividen Senin 15 Juni 2026
JAKARTA - Kesempatan untuk memperoleh pembagian keuntungan dari emiten di pasar modal dalam negeri masih terbuka lebar pada hari Senin (15/6/2026). Terdapat sebanyak 12 emiten yang dijadwalkan berada pada masa cum dividen pada hari ini dengan perkiraan persentase yield keuntungan mencapai kisaran 9 persen.
Masa cum dividen sendiri menjadi batas paling akhir untuk para pemodal agar terdata sebagai pihak yang berhak memperoleh pembagian keuntungan. Investor yang tertarik mendapatkan hak dividen tersebut masih mempunyai waktu untuk membeli saham emiten terkait hingga sesi penutupan pasar sore nanti.
Jika menilik pada laporan keterbukaan
Apabila merujuk pada posisi harga penutupan pasar per tanggal 12 Juni 2026, saham PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk. (GHON) Menawarkan
Berikut adalah estimasi dividend yield untuk setiap emiten:
- AMIN: 3,85%
- BALI: 2,48%
- BBCA: 0,34%
- BPII: 0,63%
- GHON: 9,25%
- IDEA: 0,78%
- IFII: 2,70%
- KIJA: 1,75%
- SBMA: 0,95%
- SMSM: 2,44%
- TOSK: 0,80%
- TSPC: 2,05%
Jika dilihat secara nominal rupiah, GHON menggelontorkan keuntungan paling besar, yaitu senilai Rp 178 untuk tiap lembar saham. Di sisi lain, Bank Central Asia Tbk., selaku salah satu emiten berkapitalisasi besar, membagikan keuntungan interim senilai Rp 20 untuk tiap lembar saham.Momentum pertama bagi BBCA dalam merealisasikan kebijakan pembagian keuntungan interim secara berkala setiap tiga bulan sekali yang dimulai pada tahun 2026.
Berikut adalah rincian jadwal pembayaran dividen bagi para emiten tersebut:
- AMIN: Rp 10 per saham, bayar 8 Juli 2026
- BALI: Rp 30 per saham, bayar 2 Juli 2026
- BBCA: Rp 20 per saham, bayar 26 Juni 2026
- BPII: Rp 2,78 per saham, bayar 9 Juli 2026
- GHON: Rp 178 per saham, bayar 24 Juni 2026
- IDEA: Rp 0,50 per saham, bayar 9 Juli 2026
- IFII: Rp 6 per saham, bayar 6 Juli 2026
- KIJA: Rp 2,0349 per saham, bayar 9 Juli 2026
- SBMA: Rp 1 per saham, bayar 8 Juli 2026
- SMSM: Rp 40 per saham, bayar 2 Juli 2026
- TOSK: Rp 0,45 per saham, bayar 7 Juli 2026
- TSPC: Rp 50 per saham, bayar 9 Juli 2026
Jika disandarkan pada harga penutupan perdagangan 12 Juni 2026, lima emiten dengan perkiraan tingkat yield paling besar berturut-turut dipimpin oleh GHON (9,25%), kemudian disusul AMIN (3,85%), IFII (2,70%), BALI (2,48%), serta SMSM (2,44%).
Para pelaku pasar modal wajib mencermati bahwa kalkulasi dividend yield ini diperoleh dari perbandingan antara besaran dividen yang diumumkan dan posisi harga penutupan saham pada tanggal 12 Juni 2026.
Hasil keuntungan investasi riil yang nantinya didapatkan oleh investor akan tetap dipengaruhi oleh pergerakan naik turunnya harga saham di pasar setelah masa ex dividen terlewati.