BBCA Mulai Cum Dividen Interim Pertama Rp20 Per Saham pada 15 Juni 2026

Ilustrasi dividen interim (sumber foto: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Senin, 15 Juni 2026 | 10:42:02 WIB

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kini mulai menerapkan kebijakan pembagian dividen interim setiap tiga bulan atau per kuartal. Tepat pada hari Senin, 15 Juni 2026, saham BBCA resmi memasuki masa cum dividen interim yang pertama untuk tahun buku 2026.

Pihak manajemen BBCA mengumumkan nilai dividen interim pertama tahun buku 2026 ini adalah senilai Rp20 per lembar saham. Proses pembayaran keuntungan ini dijadwalkan cair pada 26 Juni 2026, sedangkan batas akhir perdagangan saham yang berhak menerima dividen atau cum dividend di pasar reguler serta negosiasi jatuh pada 15 Juni 2026. Korporasi menyiapkan total anggaran mencapai Rp2,46 triliun demi mendistribusikan dividen interim tahap pertama ini. Kebijakan baru tersebut diambil sebagai langkah taktis emiten dalam menyajikan imbal hasil yang jauh lebih konsisten bagi para pemilik saham lewat jadwal pembagian yang lebih berkala.

Di bawah ini merupakan rincian lengkap mengenai dividen interim pertama BBCA untuk tahun buku 2026:

Dividen interim pertama: Rp20 per saham

Cum dividend: 15 Juni 2026

Pembayaran dividen: 26 Juni 2026

Total payout: sekitar Rp2,46 triliun

Estimasi dividend yield 2026: sekitar 6,8%

Estimasi payout ratio 2026: sekitar 70%

Akumulasi pembagian dividen interim ini bakal dihitung sebagai satu kesatuan dari total pembayaran dividen tahun buku 2026, yang nantinya memerlukan persetujuan resmi melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada tahun 2027. Manajemen emiten berkode saham BBCA ini memberikan sinyal bahwa nominal dividen interim untuk periode berikutnya berpeluang dipertahankan pada jumlah yang sama. Walakin, ketetapan final tersebut dipastikan tetap melihat perkembangan beberapa aspek krusial, seperti:

Kinerja keuangan perseroan

Pertumbuhan laba bersih

Kecukupan modal (capital adequacy)

Kondisi ekonomi dan industri perbankan

Penerapan strategi ini memperlihatkan komitmen kuat dari emiten dalam menyelaraskan dana untuk keperluan ekspansi bisnis sekaligus pemberian keuntungan komparatif bagi pemegang saham. Pergerakan saham BBCA sendiri memperlihatkan tren penguatan dalam beberapa waktu terakhir. Pada sesi perdagangan Jumat, 12 Juni 2026, harga saham BBCA ditutup pada level Rp5.925 atau mengalami kenaikan sebesar 100 poin yang setara dengan 1,72% secara harian. Jika diakumulasikan sepanjang pekan lalu, nilai saham BBCA terpantau melesat hingga 955 poin atau tumbuh sebesar 19,22%.

Menilik data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), para pemodal asing terpantau gencar mengoleksi aset BBCA dengan torehan aksi beli bersih (net buy) pada saham perusahaan di bawah naungan Grup Djarum ini senilai Rp387,96 miliar hingga Kamis, 11 Juni 2026. Tingginya ketertarikan pasar terhadap instrumen BBCA mencuat seiring dengan kalkulasi para analis yang memandang tingkat valuasi emiten sektor perbankan saat ini masih tergolong murah. Melalui laporan analisis paling baru, proyeksi rekomendasi beli untuk instrumen BBCA masih dipertahankan dengan target harga berada di angka Rp10.900 per saham.

Tingkat valuasi finansial BBCA sekarang dianggap sedang mendekati minus dua standar deviasi (-2SD) jika dikomparasikan terhadap rata-rata price to book value (P/BV) kurun waktu 10 tahun ke belakang yang bertengger di posisi 2,1 kali. “Kondisi tersebut dinilai menciptakan ruang valuasi yang menarik bagi investor. Selain itu, posisi BBCA sebagai bank dengan franchise yang kuat dan neraca keuangan yang dominan dinilai mampu memberikan bantalan terhadap pandangan pertumbuhan yang lebih moderat,” tulis riset tersebut pada 2 Juni 2026.

Reporter: Moch Febrianto