Saham Bank Central Asia Cum Dividen Interim Pertama 15 Juni 2026

Ilustrasi dividen interim (sumber foto: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Senin, 15 Juni 2026 | 09:30:20 WIB

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mulai merealisasikan pemberian dividen interim tiap kuartal atau per tiga bulan. Hari ini, Senin 15 Juni 2026 adalah cum dividen interim saham BBCA yang pertama pada tahun buku 2026 ini.

BBCA telah mengumumkan pembagian dividen interim pertama untuk tahun buku 2026 sebesar Rp20 per saham. Pembayaran dividen dijadwalkan pada 26 Juni 2026, sementara cum dividend di pasar reguler dan negosiasi berlangsung pada 15 Juni 2026. Total dana yang disiapkan untuk distribusi dividen interim pertama ini mencapai sekitar Rp2,46 triliun. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi BBCA untuk memberikan imbal hasil yang lebih konsisten kepada pemegang saham melalui skema pembagian dividen yang lebih rutin.

Berikut rincian dividen interim pertama BBCA untuk tahun buku 2026:

Dividen interim pertama: Rp20 per saham

Cum dividend: 15 Juni 2026

Pembayaran dividen: 26 Juni 2026

Total payout: sekitar Rp2,46 triliun

Estimasi dividend yield 2026: sekitar 6,8%

Estimasi payout ratio 2026: sekitar 70%

Dividen interim ini nantinya akan diperhitungkan sebagai bagian dari total distribusi dividen tahun buku 2026 yang akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2027.

Manajemen BBCA mengindikasikan bahwa dividen interim berikutnya berpotensi dipertahaman pada level yang sama. Namun, keputusan tersebut tetap akan mempertimbangkan sejumlah faktor, antara lain:

Kinerja keuangan perseroan

Pertumbuhan laba bersih

Kecukupan modal (capital adequacy)

Kondisi ekonomi dan industri perbankan

Kebijakan ini menunjukkan komitmen BBCA dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekspansi bisnis dan pemberian imbal hasil kepada pemegang saham.

Saham BBCA mulai tren naik belakangan ini. Pada perdagangan Jumat 12 Juni 2026, harga saham BBCA Rp 5.925 naik 100 poin atau 1,72% secara harian. Sepanjang sepekan yang lalu, harga saham BBCA terakumulasi meningkat 955 poin atau 19,22%.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mulai memburu saham BBCA dengan pembelian bersih (net buy) saham milik grup Djarum ini sebesar Rp 387,96 miar per Kamis 11 Juni 2026. Minat investor terhadap BBCA muncul di tengah pandangan sejumlah analis yang menilai valuasi saham sektor perbankan masih relatif murah. Melalui riset terbarunya, rekomendasi beli untuk saham BBCA dipertahankan dengan target harga Rp 10.900 per saham.

Valuasi BBCA saat ini dinilai berada di kisaran mendekati minus dua standar deviasi (-2SD) dibandingkan rata-rata price to book value (P/BV) selama 10 tahun terakhir yang berada di level 2,1 kali. “Kondisi tersebut dinilai menciptakan ruang valuasi yang menarik bagi investor. Selain itu, posisi BBCA sebagai bank dengan franchise yang kuat dan neraca keuangan yang dominan dinilai mampu memberikan bantalan terhadap pandangan pertumbuhan yang lebih moderat,” tulis riset tersebut pada 2 Juni 2026.

Reporter: Moch Febrianto