IHSG Cenderung Bergerak Sideways di Perdagangan 15 sampai 19 Juni 2026
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menjalani pekan perdagangan yang lebih singkat pada minggu ketiga Juni 2026. Pasar saham hanya memiliki empat hari efektif, yaitu Senin (15/6/2026), Rabu (17/6/2026), Kamis (18/6/2026), serta Jumat (19/6/2026).
Bursa libur satu hari pada Selasa (16/6/2026) untuk memperingati 1 Muharam Tahun baru Islam 1448 Hijriah.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan cenderung terbatas atau sideways selama periode tersebut.
Pelaku pasar tengah mencermati data ekonomi makro krusial, yakni keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) dari Bank Sentral Amerika Serikat serta pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia pada 18 Juni 2026.
The Fed diperkirakan menahan suku bunga di kisaran 3,5%–3,75%. Sebaliknya, Bank Indonesia berpotensi menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps hingga 50 bps untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Selain itu, perhatian investor tertuju pada hasil tinjauan indeks global Morgan Stanley Capital International terhadap klasifikasi pasar saham Indonesia pada 23 Juni 2026.
IHSG diprediksi bergerak di rentang 5.800–6.200. Dalam skenario konservatif, indeks diperkirakan berada di level 5.950–6.050, sementara skenario moderat di kisaran 6.000–6.150. Skenario agresif dapat menembus level 6.200 jika didukung sentimen positif global dan arus masuk dana asing.
Menyikapi potensi konsolidasi, investor perlu mempertimbangkan aksi ambil untung jangka pendek pada saham volatil.
Jika terjadi pelemahan pasar akibat ketidakpastian global, momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap pada saham dengan nilai fundamental solid yang mampu memberikan passive income konsisten.
Sektor perbankan menjadi pilihan utama karena fundamental yang kuat dan valuasi menarik. Selain itu, saham dengan potensi kinerja keuangan membaik atau karakter defensif juga patut dicermati.
Investor diharapkan tetap disiplin menerapkan manajemen risiko di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.
Berikut adalah rekomendasi saham yang dapat dipertimbangkan:
EXCL Rekomendasi: Accumulative buy Resistance: Rp 2.780 Support: Rp 2.350
ADMR Rekomendasi: Accumulative buy Resistance: Rp 1.670 Support: Rp 1.450
BMRI Rekomendasi: Buy on weakness Resistance: Rp 4.450 Support: Rp 4.000
Untuk jangka pendek, beberapa saham lain yang menarik dicermati adalah BBCA dengan target harga Rp 7.000, BBNI Rp 4.000, TLKM Rp 3.300, ASII Rp 5.200, AKRA Rp 1.400, dan BRPT Rp 1.900.