Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Diprediksi Fluktuatif dan Tertekan
JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diproyeksikan bakal berjalan dinamis namun memiliki risiko berakhir melemah di rentang Rp17.900 sampai Rp18.100 pada sesi perdagangan Jumat, 12 Juni 2026.
Pada sesi penutupan perdagangan Kamis, 11 Juni kemarin, mata uang Indonesia tercatat mengalami penyusutan nilai sebesar 0,11 persen menuju level Rp17.985 per dolar AS.
Penurunan nilai mata uang Garuda ini terjadi bersamaan dengan melemahnya mayoritas mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS.
Berikut adalah rincian pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS:
Yuan China melemah 0,04 persen
Won Korea merosot 0,50 persen
Dolar Singapura melemah 0,07 persen
Dolar Taiwan turun 0,03 persen
Rupee India terdepresiasi 0,49 persen
Baht Thailand melemah 0,01 persen
Ringgit Malaysia turun 9,00 persen
Peso Filipina menguat tipis 0,01 persen
Dolar Hongkong bergerak stagnan
Yen Jepang bergerak stagnan
Kemerosotan rupiah ini dipicu oleh penguatan dolar AS yang mendapatkan dorongan dari meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah.
Situasi tersebut kian diperberat oleh munculnya sentimen menghindari risiko di pasar saham dalam negeri serta adanya aliran modal asing yang keluar dari pasar domestik.
Melihat dari indikator ekonomi dalam negeri, angka penjualan eceran yang mengalami penurunan sebesar 3,7 persen turut memberikan beban tambahan bagi kondisi pasar.
Mata uang rupiah diperkirakan masih akan berada di bawah tekanan dolar AS yang berpeluang kembali menguat karena pelaku pasar sedang mengantisipasi rilis data inflasi dari tingkat produsen AS yang diproyeksikan naik.
Secara menyeluruh, kondisi pasar global saat ini masih memperlihatkan pergerakan yang sangat dinamis demi merespons situasi geopolitik terkini yang tengah terjadi di Timur Tengah.