Prediksi IHSG Hari Ini Menguat Terbatas Simak Saham Pilihan Potensi Cuan
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan bakal mengalami penguatan secara terbatas pada sesi perdagangan di akhir pekan ini.
Kondisi tersebut terjadi setelah pada pergerakan di hari sebelumnya indeks ditutup mengalami pelemahan tipis sebesar 0,28 persen.
Pergerakan pasar modal saat ini dipengaruhi oleh sikap para pelaku pasar yang tengah memantau berbagai agenda krusial global.
Salah satu fokus utama publik adalah publikasi data Producer Price Index atau PPI dari Amerika Serikat yang rilis pada Kamis malam waktu setempat.
Statistik ekonomi tersebut menjadi acuan penting untuk menakar laju inflasi serta membaca arah kebijakan suku bunga acuan dari bank sentral Amerika Serikat.
Di samping itu, dinamika kondisi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah turut membayangi arah pergerakan pasar saham domestik.
Eskalasi konflik di wilayah tersebut dinilai berpotensi memicu gejolak pada harga komoditas dunia seperti minyak mentah yang berimbas ke sektor keuangan.
Secara analisis teknikal, pergerakan indeks saham hari ini diprediksi berada pada titik support 5.841 serta titik resistance di level 5.925.
"Untuk besok kami perkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan support 5.841 dan resistensi 5.925, dimana investor akan mencermati rilis data PPI AS nanti malam dan juga perkembangan geopolitik di Timur Tengah," menurut penjelasan dari analis pasar modal.
Terdapat sejumlah saham potensial yang dinilai cukup menarik bagi para investor ritel untuk perdagangan hari ini.
Beberapa emiten yang direkomendasikan untuk masuk dalam radar perhatian antara lain:
Saham PT Medco Energi Internasional Tbk atau MEDC yang diproyeksikan bergerak pada kisaran harga Rp1.290 sampai Rp1.390.
Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGAS yang memiliki peluang bergerak di rentang harga Rp1.570 hingga Rp1.635.
Saham dari industri pelayaran yakni PT Samudera Indonesia Tbk atau SMDR yang diperkirakan melaju pada area Rp286 sampai Rp296.
Di sisi lain, proyeksi berbeda menyebutkan bahwa indeks saham domestik masih akan bergerak pada kisaran support 5.746 dan resistance 6.000.
Pergerakan bursa saham diperkirakan masih berjalan fluktuatif akibat tingginya faktor ketidakpastian dari sentimen dalam negeri maupun global.
Dalam situasi pasar yang dinamis ini, pelaku pasar disarankan melirik saham pada sektor energi yang memiliki prospek menjanjikan untuk jangka pendek.
Dua saham batubara yang cukup potensial untuk dicermati adalah PT Adaro Andalan Indonesia Tbk atau AADI dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk atau ITMG.
Untuk emiten AADI, target harga jangka pendek dipasang pada level Rp8.475 per lembar saham.
Sedangkan untuk emiten ITMG, target pergerakan harga terdekat diproyeksikan berada pada rentang Rp23.275 per lembar saham.