Hari Ini Cum Date Dividen Saham BLOG dengan Yield Mencapai 6,2 Persen
JAKARTA - Periode akhir bagi pergerakan saham yang memuat hak atas pembagian keuntungan atau cum dividen date untuk emiten PT Trimitra Trans Persada Tbk. (BLOG) jatuh pada hari ini. Para pemodal wajib melakukan pembelian saham paling lambat pada tanggal yang telah ditentukan ini apabila berminat untuk memperoleh alokasi pembayaran keuntungan tersebut.
Emiten bersangkutan sebelumnya telah menyepakati penyaluran keuntungan tunai untuk pertama kalinya senilai Rp 70,96 miliar, atau setara dengan Rp 21 per lembar saham yang bersumber dari perolehan laba bersih sepanjang tahun buku 2025. Ketetapan strategis ini diambil melalui pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 2 Juni 2026.
Pada penutupan transaksi perdagangan hari Selasa, 9 Juni 2026, nilai saham BLOG bertengger di level Rp338 setelah mengalami kenaikan sebanyak 4 poin atau sekitar 1,20% dalam kurun waktu harian. Merujuk pada nilai tersebut, tingkat pengembalian atau yield keuntungan saham ini menyentuh angka 6,2% atau setara dua kali lipat dari imbal hasil deposito mata uang rupiah pada perbankan umum yang rata-rata berada di kisaran 3%-an.
Berikut merupakan agenda berkala mengenai mekanisme penyaluran keuntungan tunai yang akan dilaksanakan:
Tanggal perdagangan bursa yang memuat dividen tunai (Cum Dividen) di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 10 Jun 26
Tanggal perdagangan bursa tidak memuat dividen tunai (Ex Dividen) di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 11 Jun 26
Tanggal perdagangan bursa yang memuat dividen tunai (Cum Dividen) di Pasar Tunai: 12 Jun 26
Tanggal perdagangan bursa tidak memuat dividen tunai (Ex Dividen) di Pasar Tunai: 15 Jun 26
Tanggal Penentuan Pemegang Saham yang berhak mendapat dividen tunai di dalam rekening Efek (Recording Date): 12 Jun 26
Tanggal Pembayaran dividen tunai: 3 Jul 26
Di samping alokasi keuntungan, perusahaan juga menetapkan pos dana cadangan senilai Rp 1 miliar, sedangkan sisa dari total laba bersih akan dimasukkan dalam pos laba ditahan guna membiayai kebutuhan modal operasional. Selama periode tahun 2025, korporasi mencatatkan pertumbuhan positif dengan perolehan pendapatan konsolidasian mencapai Rp 1,33 triliun yang berarti tumbuh 23% dari tahun lalu, sementara laba bersih terkerek naik 29% menjadi Rp 144,46 miliar.
Pencapaian operasional tersebut dipicu oleh peningkatan kualitas lini logistik serta area penyimpanan, beserta perluasan kapasitas kerja. Hingga saat ini, kegiatan usaha perseroan digerakkan oleh dukungan lebih dari 3.400 unit kendaraan angkut, lebih dari 126 titik operasional kerja, 15 titik fasilitas pergudangan, serta kapabilitas dalam menangani pengantaran hingga lebih dari 26.000 lokasi pengiriman setiap harinya.
Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan PT Trimitra Trans Persada Tbk., Wanny Wijaya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan atas dukungan yang diberikan.
“Pencapaian kinerja ini menjadi dasar bagi kami untuk terus bertumbuh,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (2/6/2026).
Di samping itu, korporasi mengumumkan bahwa realisasi dari pemanfaatan modal yang didapat melalui aksi penawaran umum perdana saham (IPO) telah terpakai sepenuhnya 100% dengan akumulasi nilai Rp138,23 miar sampai dengan penutupan tahun 2025. Alokasi permodalan tersebut disalurkan dalam bentuk penyertaan modal kepada anak usaha untuk membiayai pendirian fasilitas gudang pendingin di wilayah Tangerang, Pontianak, dan Makassar, serta pengadaan armada logistik.
Langkah korporasi ini berjalan beriringan dengan taktik usaha dalam memperkuat cakupan sektor cold chain sekaligus mendongkrak daya tampung operasional. Ke depannya, perusahaan berkomitmen penuh untuk memajukan lini bisnis logistik terpadu berbasis third-party logistics (3PL) melalui perluasan jaringan kerja, tata kelola aset, serta pemanfaatan aspek teknologi digital.
Manajemen juga bersiap mengoptimalkan ekspansi pada ceruk pasar cold chain demi memenuhi standar distribusi komoditas yang membutuhkan regulasi temperatur ketat serta transparansi operasional yang jauh lebih mumpuni.