Panduan Suhu Menggoreng Donat agar Hasilnya Sempurna dan Lembut

Ilustrasi Menggoreng Donat Bomboloni (Sumber:net)
Jumat, 05 Juni 2026 | 11:53:00 WIB

JAKARTA - Membuat donat di rumah sering kali menjadi tantangan tersendiri, terutama pada tahap akhir yaitu penggorengan. Banyak orang yang sudah berhasil membuat adonan yang lembut dan kalis, namun justru gagal saat menggorengnya. Masalah seperti donat yang terlalu berminyak, gosong di luar namun mentah di dalam, atau tidak munculnya white ring yang ikonik, biasanya berakar pada satu hal krusial: suhu minyak yang salah. Melalui Panduan Suhu Menggoreng Donat ini, Anda akan mempelajari cara presisi untuk menghasilkan donat kualitas toko roti.

Mengapa Suhu Minyak Sangat Menentukan Kualitas Donat?

Menggoreng donat bukan sekadar memasukkannya ke dalam minyak panas. Proses ini adalah reaksi kimia dan fisika di mana panas harus merambat secara merata ke dalam adonan. Jika minyak terlalu panas, bagian luar donat akan matang terlalu cepat, bahkan cenderung gosong, sementara bagian dalamnya masih mentah atau berbentuk adonan basah.

Sebaliknya, jika minyak terlalu dingin, adonan donat akan menyerap minyak secara berlebihan. Hasilnya adalah donat yang terasa berat, berminyak saat disentuh, dan sangat tidak menyenangkan untuk dimakan. Oleh karena itu, memahami Panduan Suhu Menggoreng Donat adalah langkah wajib bagi setiap pembuat donat, baik untuk konsumsi pribadi maupun untuk keperluan bisnis rumahan.

Suhu Ideal untuk Menggoreng Donat

Berdasarkan pengalaman para praktisi kuliner, suhu ideal untuk menggoreng donat berada pada rentang 170°C hingga 180°C. Angka ini adalah titik keseimbangan di mana bagian luar donat bisa segera mengeras dan berwarna kecokelatan dengan cepat, namun panas tetap bisa menembus ke bagian tengah adonan untuk mematangkannya secara sempurna.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai kisaran suhu minyak dan efeknya terhadap hasil gorengan:

Suhu di Bawah 160°C (Terlalu Dingin): Adonan akan terlalu lama berada di dalam minyak, menyerap lemak secara berlebihan, dan teksturnya menjadi sangat berminyak atau "tepung".

Suhu 170°C - 180°C (Ideal): Suhu ini memberikan crust yang kokoh dengan warna keemasan yang cantik dan tekstur bagian dalam yang empuk serta berongga.

Suhu di Atas 190°C (Terlalu Panas): Bagian luar donat akan berubah warna menjadi sangat gelap (gosong) dalam waktu singkat, sementara bagian tengah masih mentah.

Cara Menjaga Kestabilan Suhu saat Menggoreng

Menjaga suhu minyak tetap stabil pada angka 170°C - 180°C adalah tantangan terbesar. Setiap kali Anda memasukkan adonan donat yang bersuhu ruang ke dalam minyak panas, suhu minyak pasti akan turun. Jika Anda memasukkan terlalu banyak donat sekaligus, suhu akan turun drastis dan sulit untuk kembali ke titik optimal.

Berikut adalah strategi untuk menjaga kestabilan suhu yang wajib Anda ikuti:

Gunakan Termometer Dapur: Jangan mengandalkan perasaan atau asumsi. Gunakanlah termometer digital atau termometer khusus minyak goreng untuk memantau suhu secara real-time.

Jangan Mengisi Wajan Terlalu Penuh: Gorenglah donat dalam jumlah sedikit (misalnya 2-3 buah tergantung ukuran wajan). Ini mencegah suhu minyak jatuh terlalu dalam saat adonan dimasukkan.

Gunakan Wajan yang Tebal: Wajan dengan bahan yang tebal, seperti cast iron atau wajan antilengket berkualitas tinggi, memiliki kemampuan menahan panas yang lebih baik daripada wajan tipis. Ini membantu menjaga suhu tetap stabil.

Atur Api Secara Bertahap: Jika suhu mulai turun setelah memasukkan donat, segera besarkan api sedikit. Jika suhu naik terlalu tinggi, kecilkan api atau angkat wajan sejenak dari sumber panas.

Teknik Menggoreng untuk Mendapatkan White Ring

Bagi pecinta donat, white ring atau garis putih di tengah donat adalah indikator keahlian pembuatnya. Garis putih ini muncul karena bagian tengah donat tidak menyentuh minyak secara langsung dan bagian tersebut mengembang saat digoreng. Untuk mendapatkan white ring, berikut adalah poin-poin teknik yang harus Anda terapkan:

Pastikan Proofing Sempurna: Donat harus sudah mengembang dengan baik (terjadi fermentasi ragi yang cukup) sebelum masuk ke minyak.

Hati-hati Saat Memindahkan: Pindahkan donat dengan sangat lembut agar udara di dalam donat tidak kempes. Gunakan bantuan kertas roti (parchment paper) yang dipotong seukuran donat untuk mengangkatnya ke wajan.

Jangan Membalik Terlalu Sering: Cukup balik donat satu kali saja. Membalik donat terlalu sering akan merusak struktur pengembangannya dan menghilangkan potensi munculnya white ring.

Volume Minyak yang Cukup: Pastikan donat mengapung dengan tenang di atas minyak, tidak menyentuh dasar wajan.

Tips Tambahan: Pemilihan Minyak dan Penanganan Setelah Goreng

Selain suhu, kualitas minyak dan cara penanganan setelah menggoreng juga berpengaruh besar pada hasil akhir. Gunakan minyak goreng yang memiliki titik asap tinggi (high smoke point), seperti minyak kelapa, minyak canola, atau minyak kacang. Hindari penggunaan minyak yang sudah dipakai berulang kali karena akan memberikan rasa tidak enak dan titik asap yang lebih rendah.

Setelah donat diangkat dari penggorengan, jangan langsung ditumpuk atau ditaruh di dalam wadah tertutup. Letakkan donat di atas cooling rack atau rak kawat agar sirkulasi udara di bawah donat berjalan dengan baik. Hal ini mencegah uap panas terperangkap yang bisa membuat donat menjadi lembek atau basah.

Berikut adalah poin-poin penanganan donat pasca-penggorengan:

Tiriskan dengan Benar: Gunakan rak kawat untuk meniriskan minyak berlebih, bukan langsung di atas tisu makan jika memungkinkan, agar bagian bawah donat tetap kering.

Waktu Pemberian Topping: Tunggu hingga donat mencapai suhu ruang sebelum memberikan glaze, cokelat, atau gula halus agar topping tidak meleleh atau meresap ke dalam adonan.

Penyimpanan: Simpan donat di wadah kedap udara jika ingin dikonsumsi dalam 24 jam. Jangan memasukkan donat ke dalam kulkas karena suhu dingin dapat membuat tekstur donat menjadi keras dan kering.

Mengatasi Masalah Umum Saat Menggoreng Donat

Seringkali, meski sudah mengikuti Panduan Suhu Menggoreng Donat, masalah tetap muncul. Mari kita bahas beberapa poin penyebab masalah umum dan cara memperbaikinya:

Donat Cepat Gosong Luar tapi Mentah Dalam: Minyak terlalu panas. Solusinya, kecilkan api segera dan pantau terus menggunakan termometer.

Donat Sangat Berminyak: Minyak terlalu dingin. Segera naikkan api hingga mencapai suhu target 170°C.

Donat Bantet atau Tidak Mengembang: Kemungkinan adonan terlalu lama didiamkan (over-proofing) atau suhu ragi saat proses fermentasi tidak tepat. Pastikan proses proofing sesuai dengan resep yang Anda gunakan.

Warna Donat Tidak Rata: Biasanya karena suhu minyak tidak merata di seluruh bagian wajan. Pastikan minyak cukup banyak dan gunakan wajan yang permukaannya rata.

Kesimpulan

Menguasai seni menggoreng donat memang memerlukan latihan dan ketelitian. Dengan memahami Panduan Suhu Menggoreng Donat yang tepat, yaitu di rentang 170°C hingga 180°C, Anda sudah melewati separuh jalan menuju keberhasilan membuat donat rumahan yang profesional.

Jangan lupa untuk selalu menggunakan alat bantu seperti termometer digital, menjaga volume minyak yang cukup, dan melakukan teknik penggorengan yang lembut untuk menjaga struktur donat. Ingatlah bahwa konsistensi adalah kunci. Jangan berkecil hati jika percobaan pertama belum sempurna, karena setiap pengalaman menggoreng akan membuat Anda lebih peka terhadap perubahan suhu dan tekstur adonan.

Sekarang, setelah memahami prinsip-prinsip ini, silakan praktikkan di dapur Anda. Pastikan untuk selalu memantau suhu minyak secara berkala dan nikmati proses pembuatan donat yang empuk, tidak berminyak, dan pastinya lezat untuk dinikmati bersama keluarga tercinta. Selamat mencoba!

Reporter: Nathasya Zallianty