Investor Bisa Raih Dividen Rp 27.500 per Lot, Cek Jadwal Pembayaran MERK

Ilustrasi dividen saham (sumber gambar: NET)
Jumat, 05 Juni 2026 | 10:29:26 WIB

JAKARTA - Kesempatan terakhir bagi investor untuk memperoleh dividen dari saham PT Merck Tbk (MERK) tiba hari ini, Jumat 5 Juni 2026. Tanggal ini merupakan periode cum dividen untuk pembagian dividen final tahun buku 2025 dengan total nilai melebihi 123 miliar.

Cum dividen menjadi batas akhir saham mengandung hak dividen. Investor wajib membeli saham tersebut paling lambat hari ini dan menyimpannya hingga recording date agar tercatat sebagai penerima dividen.

Perusahaan akan membagikan dividen final senilai Rp 275 per saham atau Rp 27.500 per lot. Keputusan ini telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 25 Mei 2026.

Berikut jadwal lengkap pembayaran dividen saham MERK:

  • Cum Dividen Pasar Reguler dan Negosiasi: 5 Juni 2026
  • Ex Dividen Pasar Reguler dan Negosiasi: 8 Juni 2026
  • Cum Dividen Pasar Tunai: 9 Juni 2026
  • Ex Dividen Pasar Tunai: 10 Juni 2026
  • Recording Date: 9 Juni 2026
  • Tanggal Pembayaran Dividen: 24 Juni 2026

Harga saham MERK terpantau melemah menjelang cum dividen date, yang membuat yield dividen menjadi semakin menarik. Pada penutupan perdagangan Kamis, 4 Juni 2026, saham ini berada di posisi Rp 3.880, turun 0,51 persen secara harian.

Dalam 30 hari terakhir, harga saham MERK melemah 11,42 persen. Dengan kondisi harga tersebut, yield dividen saham MERK mencapai 9,55 persen, atau setara dengan 4 kali bunga deposito rupiah di bank umum yang berkisar di angka 2 persen.

Terkait kinerja perusahaan, perseroan tetap fokus membangun bisnis yang adaptif dan resilien di tengah dinamika industri.

"Kinerja perseroan pada tahun 2025 dan kuartal I-2026 menjadi bukti komitmen kami dalam menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan melalui penguatan bisnis Healthcare, disiplin operasional, serta fokus untuk menghadirkan manfaat bagi lebih banyak masyarakat di Indonesia,"

Sepanjang tahun 2025, PT Merck Tbk membukukan pendapatan sebesar Rp 1,2 triliun, tumbuh 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan pendapatan ini mendorong kenaikan laba usaha sebesar 66 persen menjadi Rp 320 miliar.

Laba tahun berjalan tercatat naik 59 persen menjadi Rp 244 miliar dari sebelumnya Rp 153 miliar. Total aset perusahaan juga mengalami peningkatan sebesar 33 persen menjadi Rp 1,27 triliun di tahun 2025.

Pertumbuhan kinerja ini ditopang oleh peningkatan penjualan di seluruh divisi usaha, terutama produk Healthcare. Memasuki kuartal I-2026, produk diabetes menjadi penyumbang terbesar penjualan dengan kontribusi 24 persen dan pertumbuhan 51,1 persen secara tahunan.

Selain itu, produk fertility mencatat pertumbuhan 18,2 persen, thyroid naik 44,9 persen, dan endocrinology meningkat 2,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Efisiensi biaya operasional juga mendorong lonjakan laba usaha sebesar 380 persen pada kuartal I-2026.

Posisi kas dan setara kas Merck meningkat menjadi sekitar Rp 443 miliar pada akhir Maret 2026. Kenaikan tersebut didukung oleh pertumbuhan arus kas operasi dan penurunan utang perusahaan.

Reporter: Diaz Muhammad Hanif