Dividen Jumbo Rp 11.400 per Lot, Saham Blue Chip Ini Kembali Menguat
JAKARTA - Saham berkarakteristik blue chip PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) pada Kamis (4/6/2026) berhasil bangkit usai merosot sejak awal tahun ini. Hal ini seiring keputusan pembagian dividen bernilai total lebih dari Rp 4 triliun.
Hingga akhir perdagangan Kamis (4/6/2026), saham UNVR ditutup menguat 0,94 persen ke level Rp 1.615 per saham. Kenaikan ini menghentikan tren pelemahan harga saham yang mencapai 38,36 persen sejak awal tahun 2026.
Emiten sektor Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) ini akan membagikan dividen final sebesar Rp 114 per saham dengan total nilai mencapai Rp 4,33 triliun. Investor akan mendapat dividen Rp 11.400 per lot saham.
Pembayaran dividen final tersebut akan didistribusikan kepada pemegang saham yang berhak pada 30 Juni 2026 mendatang.
Berdasarkan harga penutupan Rp 1.615 per saham, dividen final tersebut mencerminkan potensi dividend yield sekitar 7,06 persen, atau 3 kali lipat dari bunga deposito bank umum.
Sebelumnya, UNVR telah membayarkan dividen interim Rp 87 per saham pada 30 Desember 2025. Total dividen untuk tahun buku 2025 mencapai Rp 201 per saham dengan nilai Rp 7,63 triliun.
Dengan total dividen Rp 201 per saham, potensi dividend yield UNVR mencapai sekitar 12,45 persen, menjadikannya salah satu emiten dengan pengembalian dividen menarik di Bursa Efek Indonesia.
Besaran dividen tersebut mencerminkan dividend payout ratio 100 persen dari laba bersih tahun buku 2025.
Payout ratio 100 persen menegaskan komitmen perseroan untuk terus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.
"Ini juga mencerminkan disiplin kami dalam mengelola alokasi modal, serta keyakinan terhadap kekuatan dan ketahanan operasional perseroan,"
Keseimbangan antara pembayaran dividen yang optimal dan kinerja jangka panjang menjadi fondasi penting dalam menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Perseroan menegaskan komitmen untuk memperkuat fundamental bisnis dan mendorong pertumbuhan yang bertanggung jawab, menguntungkan, konsisten, serta kompetitif di tengah dinamika industri barang konsumsi.