Harga Emas Berjangka Kontrak Agustus 2026 Naik Jadi 4.505 Dolar AS
JAKARTA - Nilai komoditas emas bergerak menguat pada penutupan perdagangan Kamis kemarin akibat terdorong oleh pelemahan kurs dolar AS.
Pada pasar spot, harga komoditas emas sukses menguat sebesar 0,93 persen dan bertengger pada level $4.475,57 per ons.
Sedangkan untuk kontrak pengiriman Agustus 2026 di bursa berjangka AS, nilai emas meroket sebesar 0,85 persen menuju angka $4.505 per ons.
Kondisi bullish bagi logam mulia ini juga dipicu oleh kemerosotan harga minyak mentah dunia sebesar minus 3 persen pada hari Kamis yang ikut meredam proyeksi inflasi, sehingga berpotensi memicu bank sentral global melonggarkan kebijakan moneter mereka.
Faktor pendukung lain yang ikut mengatrol nilai logam mulia pada hari Kamis tersebut adalah melandainya imbal hasil obligasi di pasar global.
Di sisi lain, eskalasi ketegangan militer antara AS dan Iran memicu lonjakan aksi perburuan aset aman atau safe haven, terlebih setelah pihak Hizbullah menyatakan penolakan terhadap poin-poin gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang sempat disosialisasikan Departemen Luar Negeri AS.
Pada sesi perdagangan nanti malam, fokus pasar tertuju pada publikasi data ketenagakerjaan AS, di mana Non Farm Payrolls periode Mei diproyeksikan melemah dan tingkat pengangguran Mei diperkirakan bertahan di posisi sebelumnya.
Pergerakan nilai emas untuk sesi berikutnya diprediksi masih berpotensi merangkak naik akibat imbas konflik bersenjata di wilayah Lebanon selatan yang belum mereda, serta potensi koreksi dolar AS jika rilis data Non Farm Payrolls Mei terbukti melempem.
Untuk proyeksi pergerakan pasar spot, komoditas emas diperkirakan bakal bergulir pada rentang Support antara $4.429 hingga $4.382, sementara area Resistance dipatok pada kisaran $4.519 sampai $4.562.
Adapun untuk produk emas berjangka AS, pergerakan harga diproyeksikan berada di area Support pada kisaran $4.456 hingga $4.406, sedangkan jika terjadi tren naik akan menguji wilayah Resistance di level $4.549 sampai $4.492.