Permintaan Aset Aman Meningkat dan Mendorong Kenaikan Harga Emas Dunia

Ilustrasi Emas Dunia, Sumber: cnbcindonesia.
Penulis: Aaina Salsa Bila
Jumat, 05 Juni 2026 | 08:30:53 WIB

JAKARTA - Pergerakan harga emas ditutup mengalami kenaikan pada perdagangan hari Kamis, yang didorong oleh melemahnya nilai tukar mata uang dolar AS.

Pada pasar spot, harga komoditas emas ditutup menguat sebesar 0,93% dan menempati posisi $4.475,57 per ons.

Sementara itu, untuk kontrak berjangka komoditas emas di Amerika Serikat periode Agustus 2026 juga mencatat kenaikan sebesar 0,85% hingga ditutup pada level $4.505 per ons.

Di samping itu, penurunan yang terjadi pada sektor minyak mentah sebesar -3% pada hari Kamis turut memperkecil proyeksi inflasi.

Kondisi tersebut dapat menstimulasi bank sentral di berbagai belahan dunia untuk mengambil kebijakan pelonggaran moneter, yang menjadi pendorong positif bagi penguatan logam mulia.

Sejalan dengan hal tersebut, penurunan tingkat imbal hasil dari obligasi global pada hari Kamis kemarin turut memberikan sentimen positif yang memperkuat pergerakan harga logam mulia di pasar.

Faktor penentu lainnya adalah adanya kekhawatiran bahwa konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi terus berlanjut.

Hal ini memicu lonjakan permintaan terhadap komoditas logam mulia sebagai instrumen investasi aset aman (safe haven).

Perkembangan situasi ini mengemuka setelah Hizbullah mengatakan mereka menolak untuk mematuhi ketentuan gencatan senjata yang diumumkan oleh Departemen Luar Negeri AS antara Israel dan Lebanon.

Pada sesi perdagangan malam nanti, pelaku pasar mengantisipasi rilis data ketenagakerjaan Non Farm Payrolls Amerika Serikat untuk periode Mei yang diperkirakan mengalami penurunan.

Selain itu, terdapat rilis data tingkat pengangguran (Unemployment Rate) Amerika Serikat periode Mei yang diproyeksikan akan tetap stabil atau tidak mengalami perubahan.

Sejumlah analis pasar memproyeksikan bahwa untuk aktivitas perdagangan berikutnya, pergerakan harga emas memiliki potensi untuk melanjutkan tren kenaikan.

Hal tersebut dipengaruhi oleh ketegangan militer di kawasan Timur Tengah yang sampai saat ini masih terus berlanjut di wilayah Lebanon bagian selatan.

Kenaikan harga emas juga diprediksi akan semakin kuat apabila realisasi dari data ketenagakerjaan Non Farm Payrolls Amerika Serikat periode Mei benar-benar terbukti menurun, sehingga dapat memberikan tekanan lebih lanjut terhadap nilai tukar dolar AS.

Secara teknikal, pergerakan harga pasar emas spot diproyeksikan akan berada dalam rentang batas bawah atau Support pada tingkat:

$4.429 - $4.382

Akan tetapi, jika harga mengalami pergerakan naik, maka potensi pergerakannya akan menguji level batas atas atau Resistance pada kisaran:

$4.519 - $4.562

Di sisi lain, untuk proyeksi pergerakan harga emas kontrak berjangka di pasar Amerika Serikat diperkirakan akan bergerak dalam rentang area Support pada level:

$4.456 - $4.406

Namun, apabila komoditas tersebut bergerak mengalami penguatan, maka kisaran area Resistance yang akan dituju berada pada level:

$4.549 - $4.492

Reporter: Aaina Salsa Bila