JAKARTA - Estimasi dari para pengamat pasar modal menunjukkan adanya potensi penurunan lanjutan pada laju Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG untuk sesi transaksi tengah pekan ini.
Di samping memetakan proyeksi laju indeks bursa, para pelaku analisis pasar tersebut turut menyodorkan daftar instrumen saham berprospek cerah yang layak dicermati.
Berkaca pada informasi grafik perdagangan pada tengah pekan kemarin, posisi IHSG terkoreksi sedalam 254,36 poin atau menyusut sebesar 4,11 persen hingga terdampar pada level 5.941,07 di sesi penutupan.
Sepanjang jalannya transaksi hari kemarin, ritme pergerakan indeks bursa bergulir dari batas bawah pada angka 5.842 hingga menyentuh batas atas pada level 6.213,18.
Menilik dari sisi perputaran dana, akumulasi nilai transaksi dalam perdagangan tersebut menembus angka Rp25,19 triliun, dibarengi kuantitas saham yang beredar mencapai 36,2 miliar lembar.
Sementara, untuk total aktivitas perpindahan aset di lantai bursa dibukukan sebanyak 2,72 juta kali transaksi.
Konfigurasi pasar memperlihatkan performa minoritas, di mana cuma terdapat 75 saham yang mencatatkan penguatan nilai, sedangkan 726 saham terperosok, dan 158 saham sisanya tidak bergeser dari posisi semula.
Beberapa nama emiten yang menjadi motor penarik ke bawah hingga menyeret jatuh indeks LQ45 di antaranya merupakan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang terdepresiasi sebesar 14,91 persen ke angka Rp3.310.
Langkah penurunan ini disusul oleh pergerakan saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) yang terkikis sebanyak 12,12 persen menuju ke level Rp2.320.
Selanjutnya, instrumen saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) ikut terpangkas senilai 11,98 persen hingga mendarat pada level Rp294.
Emiten komoditas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) juga mencatatkan penyusutan sedalam 11,82 persen ke posisi harga Rp2.610.
Kemudian saham sektor energi PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) terpantau layu sebesar 10 persen menuju ke harga Rp1.305.
Kelompok pengamat memproyeksikan letak dari pergerakan IHSG untuk perdagangan tengah pekan ini masih menjadi bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada penandaan hitam.
"Cermati area koreksi berikutnya di 5.755-5.814, untuk area penguatan terdekat berada di 5.958-5.984," seperti dikutip dalam risetnya, Kamis, 4 Juni 2026.
Pelaku analisis memberikan prediksi bahwa area tumpuan support untuk IHSG akan berada pada rentang batas 5.899 serta 5.755, sedangkan untuk wilayah penahanan resistance bakal menempati posisi 6.111 serta 6.286.
Para pelaku pasar modal diimbau untuk menakar langkah buy on weakness terhadap beberapa saham potensial berikut:
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI)
PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI)
PT Bumi Resources Tbk. (BUMI)
Di samping langkah investasi tersebut, para pemilik modal juga bisa mempertimbangkan taktik trading buy untuk emiten:
PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC)