Rekomendasi Saham BBCA dan PGAS 2 Juni 2026 saat Indeks Tertekan

Ilustrasi IHSG (sumber foto: NET)
Selasa, 02 Juni 2026 | 10:13:40 WIB

JAKARTA - Beberapa pengamat pasar modal membagikan perkiraan teknikal mengenai pergerakan sejumlah saham potensial sebelum dimulainya sesi perdagangan Selasa 2 Juni 2026. Laju indeks saham gabungan beserta beberapa saham pilihan diramal cenderung menghadapi tekanan sehingga menuntut strategi investasi yang matang dari para pemodal.

Pergerakan saham PT Bank Central Asia Tbk saat ini terpantau tengah berada dalam tren penurunan. Berdasarkan hasil pembacaan grafik teknikal, pergerakan harga saham emiten perbankan ini dinilai masih memiliki potensi untuk melanjutkan koreksi ke bawah menuju kisaran angka 5300 sampai 5500.

Pada sesi transaksi hari Jumat 29 Mei 2026 yang lalu, saham berkode BBCA tersebut menyudahi perdagangan dengan koreksi sebesar 4,60 persen bila disandingkan dengan capaian pada hari sebelumnya. Penurunan nilai tersebut membuat harga saham komoditas ini mendarat di posisi Rp5.700 per lembar saham.

Dalam menghadapi situasi pergerakan pasar yang demikian, para penanam modal diimbau untuk menggunakan taktik beli saat menyentuh harga bawah. Emiten perbankan ini tercatat mempunyai titik batas bawah di posisi Rp5300, sedangkan untuk titik batas atas pergerakannya berada pada posisi Rp5800.

Keadaan yang kontras diperlihatkan oleh pergerakan saham milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk. Emiten berkode saham PGAS tersebut kembali terpantau belum berhasil menembus ke atas titik batas atas jangka menengahnya yang berada pada angka 1.895 atau pada posisi garis MA50.

Petunjuk dari indikator MACD untuk pergerakan saham emiten gas ini juga terpantau mulai menunjukkan pola pergerakan yang semakin mendatar. Para pemilik modal dianjurkan untuk mengambil langkah memantau situasi terlebih dahulu, tetapi dapat mulai bersiap mengambil tindakan beli saat harga melemah.

Langkah pembelian saham tersebut dapat dipantau pada area kisaran angka 1.785 sampai 1.810. Apabila ke depan muncul momentum pembalikan arah secara teknikal, laju harga saham emiten ini berpeluang merangkak naik menuju ke area titik batas atas di posisi 1.930.

Para pemodal diharapkan tetap membatasi risiko kerugian modal apabila pergerakan harga saham justru merosot ke bawah titik batas bawah di posisi 1.750. Pada perdagangan Jumat 29 Mei 2026, saham ini ditutup melemah sebesar 3,69 persen menuju ke posisi Rp1.825 per lembar.

Di sisi lain, pergerakan saham DEWA diramal mulai didukung dengan kehadiran akumulasi jumlah pembelian dari para pelaku pasar. Kedudukan posisi dari saham emiten ini sekarang diproyeksikan tengah berada di dalam area bagian dari wave 3 dari wave (C).

Pada sesi perdagangan hari Jumat, 29 Mei 2026, kemarin, saham berkode DEWA ini bergerak berlawanan dengan arah Indeks Saham Gabungan karena sukses ditutup melonjak sebesar 1,21 persen dari capaian hari sebelumnya. Emiten ini menyudahi sesi transaksi pada posisi Rp334 per lembar saham.

Reporter: Diaz Muhammad Hanif