JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diprediksi masih berpotensi menghadapi tekanan pada perdagangan hari ini.
Pada penutupan transaksi sebelumnya yang jatuh pada 29 Mei, indeks saham domestik ini terpantau melorot tipis sebesar 0,05 persen menuju ke level 6.127 dengan sokongan volume beli yang mulai tampak.
Apabila dihitung dalam periode sepekan, penurunan yang dialami oleh indeks saham ini menembus 0,56 persen dengan kecenderungan volume penjualan yang semakin menyusut.
Melalui pendekatan analisis teknikal, posisi pergerakan indeks saham saat ini diestimasikan sedang masuk dalam bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam.
Estimasi wilayah koreksi lanjutan diperkirakan menuju ke level 5.899 yang sekaligus menjadi area support utama. Untuk target batas bawah atau support diproyeksikan pada angka 5.996 dan 5.899, sedangkan batas atas atau resistance dipatok di level 6.318 sampai 6.459.
Melihat kondisi pasar yang dinamis ini, ada beberapa emiten saham yang dinilai mempunyai prospek untuk dijadikan pilihan bagi para pelaku pasar dalam bertransaksi hari ini.
Deretan saham yang direkomendasikan tersebut antara lain DEWA, UNTR, UNVR, NCKL, serta XBSK dengan rincian teknikal beserta panduan strategi transaksi ke bawah ini.
Saham DEWA - Buy on Weakness
Emiten saham DEWA melaju positif dengan membukukan penguatan sebesar 1,21 persen ke level 334 yang ditopang volume pembelian.
Posisi tren saham DEWA saat ini diperkirakan tengah berada dalam bagian dari wave 3 dari wave (C).
Rekomendasi pembelian ketika melemah atau Buy on Weakness dapat diambil pada kisaran angka 282 hingga 330.
Target harga pelepasan dipatok pada level 384 serta 412.
Batasan stoploss ditetapkan jika menyentuh angka di bawah 270.
Saham UNTR - Trading Buy
Emiten saham UNTR mengalami penurunan nilai sebesar 3,68 persen ke posisi 22.925, tetapi mulai menunjukkan sinyal volume pembelian.
Posisi tren saham UNTR saat ini diperkirakan sedang berada dalam bagian dari wave (3) dari wave [C].
Rekomendasi untuk pembelian cepat atau Trading Buy bisa dipasang di rentang nilai 22.575 sampai 22.925.
Target harga pelepasan disasarkan menuju level 24.225 dan 25.250.
Batasan stoploss diaplikasikan apabila bergerak di bawah angka 22.300.
Saham UNVR - Buy on Weakness
Emiten saham UNVR mencatatkan koreksi harga sebesar 2,84 persen menuju level 1.710 diiringi volume pembelian, meskipun lajunya masih tertahan garis MA20.
Posisi dari saham UNVR saat ini diperkirakan berada dalam bagian dari wave [b] dari wave B.
Rekomendasi untuk pembelian ketika melemah atau Buy on Weakness dapat dilakukan pada kisaran angka 1.540 hingga 1.670.
Target harga pelepasan diproyeksikan mencapai angka 1.805 serta 2.000.
Batasan stoploss dipasang jika merosot ke bawah level 1.485.
Saham NCKL - Sell on Strength
Emiten saham NCKL bergerak menguat dengan kenaikan sebesar 5,33 persen menuju posisi 890 yang disertai kemunculan volume pembelian.
Posisi tren saham NCKL saat ini diperkirakan tengah berada di area akhir dari wave [iv] dari wave C.
Situasi ini menandakan bahwa tren penguatan dari saham NCKL cenderung relatif terbatas dan memiliki risiko koreksi cukup tinggi untuk membentuk pola wave [v] menuju kisaran 745 hingga 760 guna menutup area gap.
Rekomendasi untuk penjualan ketika harga menguat atau Sell on Strength disarankan pada rentang angka 905 sampai 945.
Saham XBSK - Buy on Weakness
Emiten saham XBSK menutup sesi transaksi dengan bergerak mendatar atau flat di level 400 dengan sokongan volume transaksi yang terhitung kecil.
Posisi tren saham XBSK saat ini diperkirakan sedang berada di fase akhir dari wave C dari wave (Y) dari wave [B].
Rekomendasi untuk pembelian ketika melemah atau Buy on Weakness diposisikan di area nilai 393 hingga 396.
Target harga pelepasan diarahkan menembus level 406 serta 428.
Batasan stoploss diterapkan apabila harga merosot ke bawah angka 388.