IHSG Berpotensi Menguji Support Baru setelah Koreksi Tipis

Ilustrasi ihsg (sumber foto: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Selasa, 02 Juni 2026 | 09:15:04 WIB

JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan masih akan mengalami tekanan pada pergerakan hari ini.

Pada sesi perdagangan sebelumnya yang berlangsung pada 29 Mei, indeks saham domestik tersebut tercatat mengalami pelemahan tipis sebesar 0,05 persen hingga bertengger di posisi 6,127 dengan dukungan volume pembelian yang mulai terlihat.

Sementara itu apabila ditinjau dalam kurun waktu mingguan, pelemahan yang dialami oleh indeks saham mencapai angka 0,56 persen dengan tren volume penjualan yang terpantau semakin menyusut.

Secara analisis teknikal, tren pergerakan indeks saham pada saat ini diperkirakan tengah menjadi bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada penanda label hitam.

Proyeksi zona koreksi selanjutnya diperkirakan akan bergerak menuju level 5,899 yang sekaligus menjadi wilayah support utamanya. Untuk target batas bawah atau support diperkirakan berada di angka 5,996 serta 5,899, sedangkan batas atas atau resistance dipatok pada level 6,318 hingga 6,459.

Di tengah situasi pasar ini, terdapat beberapa emiten saham yang dinilai berpotensi untuk menjadi opsi pilihan bagi para pelaku pasar dalam melakukan transaksi hari ini.

Beberapa saham yang direkomendasikan tersebut meliputi DEWA, UNTR, UNVR, NCKL, hingga XBSK dengan rincian analisis teknikal serta strategi transaksi sebagai berikut.

Saham DEWA - Buy on Weakness Emiten saham DEWA berhasil membukukan penguatan sebesar 1,21 persen menuju level 334 yang ditopang oleh kehadiran volume pembelian. Posisi pergerakan saham DEWA untuk saat ini diperkirakan sedang berada dalam bagian dari wave 3 dari wave (C). Rekomendasi pembelian saat melemah atau Buy on Weakness dapat dilakukan pada rentang angka 282 sampai 330. Target harga penjualan dipatok pada level 384 serta 412. Batasan stoploss ditentukan apabila menyentuh angka di bawah 270.

Saham UNTR - Trading Buy Emiten saham UNTR mengalami penyusutan nilai sebesar 3,68 persen menuju ke posisi 22,925, namun mulai memunculkan adanya tanda volume pembelian. Posisi pergerakan saham UNTR saat ini diperkirakan tengah berada dalam bagian dari wave (3) dari wave [C]. Rekomendasi pembelian cepat atau Trading Buy dapat dipasang pada rentang nilai 22,575 hingga 22,925. Target harga penjualan disasarkan mencapai level 24,225 dan 25,250. Batasan stoploss ditetapkan jika bergerak di bawah angka 22,300.

Saham UNVR - Buy on Weakness Emiten saham UNVR mencatatkan koreksi harga sebesar 2,84 persen ke level 1,710 dengan disertai volume pembelian, walau lajunya masih tertahan oleh garis MA20. Posisi dari saham UNVR saat ini diperkirakan sedang berada dalam bagian dari wave [b] dari wave B. Rekomendasi pembelian saat melemah atau Buy on Weakness bisa diambil di kisaran angka 1,540 hingga 1,670. Target harga penjualan diproyeksikan menuju angka 1,805 serta 2,000. Batasan stoploss diaplikasikan apabila merosot ke bawah level 1,485.

Saham NCKL - Sell on Strength Emiten saham NCKL melaju positif dengan kenaikan sebesar 5,33 persen ke posisi 890 yang diiringi oleh kemunculan volume pembelian. Posisi pergerakan saham NCKL saat ini diperkirakan tengah berada di area akhir dari wave [iv] dari wave C. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa tren penguatan dari saham NCKL akan berjalan relatif terbatas dan memiliki risiko koreksi yang cukup tinggi demi membentuk pola wave [v] menuju kisaran 745 sampai 760 untuk menutup area celah kosong atau gap. Rekomendasi penjualan saat harga menguat atau Sell on Strength disarankan pada rentang angka 905 hingga 945.

Saham XBSK - Buy on Weakness Emiten saham XBSK menyelesaikan sesi perdagangan dengan bergerak mendatar atau flat pada level 400 dengan dukungan volume transaksi yang relatif kecil. Posisi pergerakan saham XBSK pada saat ini diperkirakan sedang berada di fase akhir dari wave C dari wave (Y) dari wave [B]. Rekomendasi pembelian saat melemah atau Buy on Weakness diposisikan pada area nilai 393 hingga 396. Target harga penjualan diarahkan mencapai level 406 serta 428. Batasan stoploss diterapkan jika harga jatuh ke bawah angka 388.

Reporter: Moch Febrianto