Rekomendasi Teknikal Saham BBCA, PGAS, dan DEWA pada 2 Juni 2026
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat mengalami lonjakan tinggi pada sesi pertama terpantau berbalik arah melemah pada perdagangan sesi kedua di akhir pekan lalu. IHSG pada akhirnya ditutup mengalami penurunan tipis sebesar 2,81 poin atau setara dengan 0,05 persen ke posisi 6.127,38 di bursa domestik.
Para pemodal internasional membukukan aksi jual bersih dengan nominal mencapai Rp 8,52 triliun di seluruh papan perdagangan saat indeks mengalami pelemahan. Nilai pelepasan aset oleh asing di pasar reguler sendiri menyentuh Rp 8,36 triliun, sedangkan di pasar tunai serta negosiasi tercatat sebesar Rp 159,59 triliun.
Berikut merupakan kumpulan analisis pergerakan instrumen investasi untuk sesi perdagangan pada hari Selasa (2/6/2026) yang dihimpun dari pandangan sejumlah pengamat pasar modal.
Kondisi pergerakan dari emiten perbankan besar pertama di bursa saat ini tengah berada dalam fase penurunan dan dinilai masih memiliki potensi untuk melanjutkan pelemahannya menuju ke kisaran level 5300-5500. Pada sesi akhir pekan, emiten ini bertengger di posisi Rp 5.700 per unit atau merosot sebesar 4,60 persen.
Rekomendasi teknikal untuk saham berkode BBCA tersebut meliputi:
Buy on Support
Support Rp 5300
Resistance Rp 5800
Di sisi lain, emiten sektor energi gas kembali dilaporkan belum berhasil menembus area batas atas jangka menengah di posisi 1.895 dengan indikator pergerakan rata-rata menunjukkan grafik yang mendatar. Langkah antisipasi yang disarankan saat ini adalah mencermati pasar terlebih dahulu sebelum mulai melakukan akumulasi secara bertahap.
Pembelian secara bertahap dapat dilakukan pada area 1.785-1.810 dengan target pembalikan arah menuju batas atas di level 1.930, serta membatasi risiko apabila grafik berbalik menembus batas bawah di level 1.750. Emiten berkode PGAS ini sebelumnya terkoreksi 3,69 persen ke posisi Rp 1.825 per unit.
Rekomendasi teknikal untuk saham berkode PGAS tersebut meliputi:
Buy on Weakness
Support Rp 1.750
Resistance Rp 1.930
Sementara itu, pergerakan instrumen dari emiten sektor jasa pertambangan terpantau mulai diikuti dengan kehadiran volume pembelian yang cukup signifikan dari para pelaku pasar. Posisi pergerakan dari tren emiten ini diperkirakan sedang berada di bagian gelombang ketiga dari fase pemulihan.
Pada penutupan perdagangan akhir pekan yang lalu, harga saham dengan kode emiten DEWA ini berhasil finis dengan mencatatkan penguatan sebesar 1,21 persen jika dibandingkan dengan posisi hari sebelumnya, yakni menetap pada level Rp 334 per lembar saham.
Rekomendasi teknikal untuk saham berkode DEWA tersebut meliputi:
Buy on Weakness
Support Rp 270
Resistance Rp 384