Saham BBCA dan BBRI Anjlok Akibat Rebalancing Indeks MSCI Mei 2026

Ilustrasi Saham, Sumber: banksinarmas.
Penulis: Aaina Salsa Bila
Sabtu, 30 Mei 2026 | 06:55:53 WIB

JAKARTA - Nilai saham dari empat lembaga perbankan raksasa mengalami penurunan tajam pada sesi transaksi hari Jumat, 29 Mei 2026. Kondisi tersebut mengakibatkan Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah sebesar 0,05 persen menuju ke posisi level 6.127.

Penurunan tersebut melanda saham PT Bank Central Asia Tbk yang merosot sebesar 4,60 persen ke angka Rp 5.700, diikuti saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk yang jatuh 3,91 persen menjadi Rp 2.950.

Selanjutnya, saham PT Bank Mandiri Tbk juga kedapatan menyusut sebesar 1,21 persen ke level Rp 4.080, serta saham PT Bank Negara Indonesia Tbk yang ikut mengalami koreksi hingga 3,65 persen ke posisi Rp 3.700.

Aktivitas pelepasan aset oleh investor luar negeri tercatat mengalir deras pada saham perbankan berkapitalisasi besar ini dengan rincian nilai penjualan bersih sebagai berikut:

Aksi jual di BBCA mencapai Rp 1,95 triliun

Penjualan di BBRI sebesar Rp 738 miliar

Pelepasan di BMRI senilai Rp 389 milar

Aksi jual di BBNI menyentuh Rp 143,7 miliar

Kemerosotan harga saham dari keempat perbankan utama ini terjadi bertepatan dengan momentum pemberlakuan resmi perubahan komposisi indeks MSCI untuk periode Mei 2026 saat penutupan pasar saham.

Situasi koreksi yang melanda jajaran saham unggulan khususnya sektor perbankan tersebut merefleksikan adanya pengurangan porsi bobot di dalam indeks MSCI yang sejalan dengan langkah penyesuaian porsi saham publik.

Pelemahan yang terjadi pada kelompok saham blue chip ini akhirnya menjadi faktor utama penahan laju pergerakan indeks yang membuat IHSG finish di area negatif, padahal sebelumnya sempat bertahan di zona hijau sejak menit awal pembukaan perdagangan.

Reporter: Aaina Salsa Bila