IHSG Berpeluang Koreksi ke 5.899 Cermati Empat Saham Pilihan Ini
JAKARTA - Pergerakan indeks harga saham gabungan diprediksi masih berada di bawah tekanan pada perdagangan awal pekan ini. Posisi indeks saat ini dinilai masih terjebak dalam fase bearish jangka pendek dengan risiko koreksi menuju level 5.899.
Penguatan yang sempat terjadi sebelumnya dinilai belum sepenuhnya menandakan adanya perubahan tren arah pergerakan pasar. Indeks diperkirakan masih bergerak dalam fase yang sama seperti pola sebelumnya.
Walaupun pada perdagangan terakhir indeks sempat menguat 1,10 persen ke posisi 6.162, tekanan jual dipandang masih mendominasi, terutama jika dilihat dalam kerangka waktu mingguan.
Dalam pengamatan teknikal, indeks sempat mengalami koreksi sebesar 8,35 persen pada timeframe mingguan dengan intensitas tekanan jual yang cenderung meningkat.
Area support indeks saat ini berada pada level 5.996 dan 5.899, sedangkan untuk area resistance berada di kisaran 6.318 hingga 6.459. Peluang untuk pembalikan arah atau technical rebound masih ada, namun kekuatannya belum cukup untuk mengubah tren jangka pendek.
“Posisi pergerakan IHSG saat ini diperkirakan masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam,” demikian penjelasan teknikal terkait kondisi indeks saat ini.
“IHSG diperkirakan masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2). Area koreksi yang dapat kami perkirakan berikutnya akan menguji ke 5.899 sekaligus area supportnya,” ujar analis terkait.
Di tengah situasi pasar yang menekan ini, terdapat empat saham pilihan yang layak untuk dicermati oleh para investor:
Saham ASII disarankan menggunakan strategi buy on weakness pada area 5.025 hingga 5.325. Target harga dipatok pada level 5.600 hingga 5.975 dengan batas stoploss di bawah 4.950.
Saham HRUM direkomendasikan buy on weakness pada area 730 hingga 775. Target harga ditetapkan pada level 850 dan 890 dengan stoploss di bawah 715.
Saham ISAT dengan area buy on weakness di kisaran 1.965 hingga 2.020. Target harga dipasang di level 2.120 hingga 2.220 dengan batas stoploss di bawah 1.945.
Saham PSAB direkomendasikan trading buy pada area 394 hingga 416. Target harga berada di level 446 dan 472 dengan stoploss di bawah 384.
Selain itu, terdapat agenda aksi korporasi pada 25 Mei 2026. Emiten dengan jadwal cum dividend meliputi WTON, NTBK, GGRP, TPIA, HYGN, dan WINS. Sedangkan PLIN, MDLA, CHEM, TGKA, dan CITA memasuki jadwal ex dividend.