JAKARTA - Pergerakan harga emas batangan keluaran PT Aneka Tambang Tbk atau Antam diprediksi masih akan berubah-ubah pada transaksi perdagangan Senin, 25 Mei 2026. Walaupun sempat mengalami penurunan nilai saat penutupan akhir pekan lalu, tren untuk menguat masih terbuka lebar.
Estimasi pasar menunjukkan harga emas Antam memiliki ruang untuk kembali naik hingga ke angka Rp 2.789.000 per gram. Bahkan, tidak menutup kemungkinan harga emas dapat menyentuh level Rp 2.880.000 per gram dalam waktu dekat.
Akan tetapi, terdapat kemungkinan harga kembali terkoreksi akibat tingginya gejolak pasar di tingkat global. Jika tekanan pasar semakin menguat, harga emas Antam berisiko kembali turun ke rentang Rp 2.749.000 sampai Rp 2.685.000 per gram.
Data resmi logam mulia mencatat bahwa pada Sabtu, 23 Mei 2026, harga emas Antam sempat menyusut Rp 15.000 menjadi Rp 2.773.000 per gram. Penurunan ini terjadi tak lama setelah harga sempat melesat tajam dalam beberapa hari sebelumnya.
Dalam lingkup internasional, prospek emas masih dinilai cukup menjanjikan. Berbagai analis meyakini bahwa faktor seperti ketegangan geopolitik, tren dedolarisasi, serta aksi borong emas oleh bank sentral dunia menjadi motor utama penopang harga logam mulia tersebut.
Perusahaan investasi asal Austria, Incrementum AG, bahkan meramalkan harga emas dunia bisa mencapai US$ 8.900 per ons troi saat penghujung dekade ini berakhir.
Walaupun demikian, investor diminta agar tetap berhati-hati dengan adanya potensi tekanan di jangka pendek. Pengaruh penguatan dolar AS, kebijakan suku bunga dari bank sentral Amerika Serikat, serta perkembangan konflik geopolitik di dunia dapat memengaruhi fluktuasi harga emas secara global.