IHSG Berpeluang Naik, Intip Rekomendasi Saham Terbaru 21 Mei 2026

Ilustrasi IDX (sumber foto: NET)
Kamis, 21 Mei 2026 | 09:31:36 WIB

JAKARTA - Pasar modal Indonesia tengah bersiap menghadapi dinamika perdagangan pada Kamis, 21 Mei 2026.

Sejumlah pengamat pasar modal memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG masih berpotensi mengalami tekanan dan risiko pelemahan dalam sesi hari ini.

Kondisi ini terjadi setelah indeks domestik mencatatkan koreksi yang cukup signifikan pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Para pelaku pasar kini mencermati berbagai level teknikal dan sentimen global yang memengaruhi pergerakan harga saham di bursa.

Mengacu pada data dari aplikasi pasar modal resmi, IHSG harus menyerah di zona merah pada penutupan perdagangan Rabu, 20 Mei 2026.

Indeks tercatat melemah sebesar 0,82 persen atau mengalami penyusutan sebanyak 52,18 poin ke posisi 6.318,50.

Selama jam perdagangan kemarin, volatilitas indeks terlihat cukup tinggi dengan titik terendah menyentuh level 6.215,56.

Sementara itu, posisi tertinggi yang sempat digapai indeks berada di angka 6.318,50 sebelum akhirnya menetap di level penutupan.

Dari sisi likuiditas pasar, tercatat total nilai transaksi yang terjadi mencapai angka Rp22,04 triliun.

Aktivitas perdagangan ini melibatkan volume saham yang cukup besar, yakni sebanyak 38,10 miliar lembar saham yang berpindah tangan.

Frekuensi transaksi di seluruh pasar tercatat mencapai 2,449 jutan kali transaksi oleh para investor.

Pergerakan harga saham pun didominasi oleh tren negatif dengan 510 saham yang terkoreksi, 217 saham menguat, dan 232 saham sisanya stagnan.

Pelemahan IHSG kemarin tidak lepas dari andil sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama yang tergabung dalam indeks LQ-45.

Penurunan harga saham-saham unggulan ini menjadi beban utama bagi laju indeks secara keseluruhan pada sesi harian.

Daftar emiten dengan penurunan terdalam pada indeks blue chip kemarin adalah sebagai berikut:

PT Barito Pacific Tbk. atau BRPT mengalami penurunan tajam sebesar 10,18 persen dan parkir di level Rp1.720 per saham.

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. atau CUAN melemah signifikan sebanyak 9,23 persen sehingga berakhir di posisi Rp590.

PT Bumi Resources Tbk. atau BUMI melorot 6,99 persen yang membawa harga sahamnya ke level Rp173.

PT Amman Mineral Internasional Tbk. atau AMMN terkoreksi sebesar 6,31 persen dan ditutup pada harga Rp2.970.

PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. atau ADMR turun sebesar 6,21 persen dan mengakhiri perdagangan di Rp1.435.

Koreksi yang terjadi pada emiten-emiten tersebut mencerminkan adanya tekanan jual yang cukup masif di sektor energi dan sumber daya.

Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi para pemegang kebijakan investasi dan trader harian yang aktif di lantai bursa.

Melihat kondisi teknikal terkini, tim riset internal memberikan gambaran mengenai arah pergerakan pasar untuk hari ini.

Posisi indeks saat ini diperkirakan masih menjadi bagian dari pola gelombang korektif tertentu dalam analisis teknikal harian.

Investor diharapkan waspada terhadap potensi penurunan lanjutan pada rentang area 6.148 hingga 6.179.

Namun, tetap ada peluang penguatan tipis jika indeks mampu bangkit menuju area resistansi terdekat di kisaran 6.401 sampai 6.514.

Berdasarkan analisis teknikal tersebut, berikut adalah rincian level support dan resistance IHSG untuk hari ini:

Level Support 1 berada pada posisi 6.148 poin.

Level Support 2 berada pada posisi 6.092 poin.

Level Resistance 1 berada pada posisi 6.459 poin.

Level Resistance 2 berada pada posisi 6.635 poin.

Rincian batasan di atas menunjukkan parameter penting bagi investor untuk mengambil keputusan masuk atau keluar dari pasar modal.

Level support berfungsi sebagai penahan penurunan, sedangkan resistance menjadi tantangan bagi kenaikan harga saham lebih lanjut.

Merespons dinamika pasar yang masih cenderung volatil, para analis memberikan beberapa opsi saham pilihan untuk dicermati hari ini.

Strategi yang disarankan meliputi pembelian saat harga melemah atau buy on weakness maupun pembelian untuk perdagangan jangka pendek atau trading buy.

Beberapa saham yang direkomendasikan untuk perdagangan Kamis ini meliputi beberapa emiten berikut:

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. atau AADI disarankan bagi investor untuk melakukan strategi buy on weakness.

PT Hartadinata Abadi Tbk. atau HRTA masuk dalam daftar pilihan beli saat terjadi koreksi harga yang wajar di pasar.

PT Merdeka Battery Materials Tbk. atau MBMA menjadi emiten yang menarik untuk dicermati dengan opsi beli di area bawah.

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. atau AMRT direkomendasikan untuk strategi trading buy bagi pelaku pasar yang ingin memanfaatkan momentum singkat.

Rekomendasi ini disusun berdasarkan perhitungan teknikal dan fundamental perusahaan di tengah kondisi pasar modal yang sedang tertekan.

Meski demikian, pihak investor diminta tetap bijak dalam mengelola risiko portofolio mereka masing-masing secara mandiri.

Penting untuk diingat bahwa setiap ulasan mengenai saham ini bersifat informasi semata dan bukan merupakan ajakan mutlak untuk bertransaksi.

Seluruh risiko investasi, baik berupa kerugian maupun potensi keuntungan, tetap menjadi tanggung jawab penuh dari pihak investor atau pembaca.

Keputusan akhir dalam melakukan jual atau beli saham harus didasarkan pada analisis pribadi dan profil risiko setiap individu.

Pasar modal selalu memiliki risiko fluktuasi harian yang tidak bisa diprediksi secara pasti setiap harinya.

Reporter: Diaz Muhammad Hanif