Laju IHSG Berpotensi Melanjutkan Koreksi Menuju Level 6.307 Hari Ini
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada pelaksanaan transaksi perdagangan hari ini, Rabu (20/5/2026), diproyeksikan masih dibayangi oleh risiko pelemahan. Sejalan dengan hal tersebut, beberapa seri saham unggulan dapat dicermati untuk mengantisipasi pergerakan pasar.
Pada penutupan transaksi sebelumnya, indeks saham domestik ini terjerembap sebesar 228,56 poin atau merosot sebanyak 3,46 persen menuju ke posisi level 6.370,68. Selama sesi perdagangan tersebut, IHSG bergerak pada batas bawah di angka 6.323,26 hingga batas atas di level 6.635,18.
Dari aspek likuiditas pasar, perolehan total nilai transaksi harian menyentuh angka Rp25,33 triliun, yang ditopang oleh volume perdagangan sebanyak 43,06 miliar lembar saham. Aktivitas perdagangan ini mencatatkan frekuensi transaksi sebanyak 2,771 juta kali.
Secara rincian performa emiten, terdapat sebanyak 117 saham yang posisinya mampu bergerak menguat atau menghijau. Sementara itu, sebanyak 647 saham kedapatan bergerak memerah, dan sisa sebanyak 195 saham lainnya terpantau bergerak stagnan.
Aksi yang memicu penurunan pada indeks LQ-45 bersumber dari saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) yang merosot 13,33 persen ke angka Rp650, diikuti oleh saham PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) yang turun sebesar 11,85 persen menuju level Rp476.
Selanjutnya, saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) ikut melemah 11,82 persen ke posisi Rp388, saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) Terpangkas 9,71 persen ke level Rp186, dan saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) Menyusut 8,70 persen ke harga Rp1.470.
Di sisi lain, terdapat saham yang posisinya mampu menahan laju penurunan indeks agar tidak merosot lebih dalam. Saham tersebut adalah PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) yang menguat sebesar 2,12 persen ke level Rp1.445.
Langkah penguatan ini juga disusul oleh saham perbankan dari emiten PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN) yang berhasil merangkak naik sebesar 1,18 persen menuju ke posisi level harga Rp1.285.
Secara teknikal, posisi pergerakan IHSG pada hari ini diestimasikan masih berada di dalam bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada penanda label hitam. Situasi ini menunjukkan indeks masih memiliki kerawanan tinggi untuk meneruskan penurunan.
Kondisi tersebut menandakan bahwa IHSG masih rawan dalam melanjutkan fase koreksinya guna menguji rentang area posisi 6.307, serta perlu diwaspadai adanya potensi pelemahan lebih lanjut menuju kisaran level 6.084 sampai 6.148 pada penanda label biru.
Untuk batas penahan bawah atau level support IHSG hari ini diperkirakan akan berada di kisaran area 6.270 serta 6.148. Sementara itu, untuk batas penahan atas atau level resistance diproyeksikan bertengger di rentang posisi 6.640 serta 6.745.
Melihat dinamika pasar yang ada, para pelaku pasar atau investor dapat mempertimbangkan pilihan strategi buy on weakness pada beberapa saham emiten seperti PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), dan PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM).
Selain pilihan strategi tersebut, opsi tindakan trading buy juga dapat diterapkan secara berkala oleh para investor pada saham emiten PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA).