Nilai Tukar Rupiah Berada di Level Rp17.667 per Dolar AS Hari Ini

Ilustrasi Mata Uang(sumber foto: NET)
Selasa, 19 Mei 2026 | 09:50:27 WIB

JAKARTA - Bank sentral mencatat pergerakan nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.667 per dolar AS pada perdagangan Senin, 19 Mei 2026. Meskipun berada di posisi tersebut, otoritas moneter menilai kondisi mata uang domestik masih relatif stabil.

Langkah menjaga pergerakan nilai tukar rupiah agar tetap stabil terus dilakukan secara berkala. Adapun pada penutupan perdagangan hari ini, mata uang domestik mendarat di posisi Rp17.667 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pimpinan bank sentral menyatakan optimisme mengenai penguatan rupiah di masa mendatang berkat fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai masih sangat kuat. Dirinya meyakini bahwa mata uang domestik akan tetap terjaga di sepanjang tahun.

"Insyaallah ke depan akan lebih baik Indonesia saya kira prospeknya bagus fundamentalnya bagus kita harus ada keyakinan ya tentu saja sebagai umat beragama kita harus yakin bahwa Allah Tuhan yang Maha Kuasa selalu bersama kami yang harus bekerja untuk nasional dan dalam kondisi koalisi ini memang tingkat ketekunan dan kesabaran itu memang sangat diperlukan," ujarnya saat rapat dengan Komisi XI di Gedung DPR, Senin (19/5/2026).

Langkah antisipasi telah dipersiapkan dengan merefleksikan kembali pengelolaan manajemen krisis pada masa lalu. Disampaikan pula bahwa pembelajaran berharga diambil dari krisis yang pernah dialami oleh Indonesia sebelumnya. Salah satunya, saat periode 1998 dan 2008 yang mana rupiah masih terus stabil dikarenakan fundamental ekonomi nasional menguat.

"Kita untuk penguatan lebih lanjut kebijakan monitor untuk stabilitas milik rumah dan inflasi jadi kami sudah menakar itu dari step ke step memang kami dalam dua hari ini akan RDK nanti kami siapkan seperti itu jadi kami plan A ini adalah dua langkah dan seterusnya adalah kami belajar dulu jaman 1997, 1998, 2008," bebernya.

Fluktuasi mata uang domestik juga dilaporkan masih berada dalam batas aman. Dia mengungkapkan bahwa volatilitas rupiah secara year to date saat ini berada di level 5,4 persen. Angka tersebut dinilai masih relatif stabil dan terkendali dibandingkan sejumlah negara lain yang juga mengalami tekanan akibat gejolak global.

"Kami cek tadi itu di dalam year-to-date sekarang, itu adalah 5,4 persen, which is actually itu masih relatif stabil. Lagi-lagi, mandatnya undang-undang stabilitas nilai tukar rupiah. Mari kita berdiskusi mengukur stabilitas, stabilitas bukan level, tapi ada bagaimana naik turunnya," imbuhnya.

Bank sentral melihat adanya potensi penguatan nilai tukar pada paruh kedua tahun ini. Dia menambahkan bahwa rupiah diramal akan menguat pada bulan Juli dan Agustus, sehingga mata uang domestik diperkirakan bisa turun kembali ke level Rp 16.900.

Proyeksi nilai tukar rupiah diperkirakan akan bergerak menguat ke kisaran antara Rp 16.200 hingga Rp 16.800 di sepanjang tahun 2026.

"Karena sekarang Rp 16.900 year to date. Dan pengalaman kami kalau April, Mei, Juni memang tinggi. Nanti kalau Juli, Agustus akan menguat. Sehingga the whole year kami masih meyakini nilai tukar akan di dalam kisaran Rp 16.200- Rp 16.800," tegasnya.

Reporter: Diaz Muhammad Hanif