Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Berpotensi Tertekan di Kisaran Rp17.680

ilustrasi nilai tukar (sumber gambar: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Selasa, 19 Mei 2026 | 09:29:41 WIB

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih tetap mengalami tekanan berat pada sesi perdagangan Selasa (19/5/2026). Sentimen negatif global yang disebabkan oleh ketidakpastian politik internasional, serta fluktuasi permintaan valuta asing di dalam negeri, menjadi penyebab utama yang membayangi pergerakan mata uang Garuda hari ini.

Situasi tersebut melanjutkan tren penurunan dari hari sebelumnya. Berdasarkan data penutupan pasar pada Senin sore (18/5/2026), kurs rupiah berakhir jatuh ke level Rp17.668 per dolar AS dari posisi sebelumya Rp17.597 per dolar AS. 

Selaras dengan pasar spot, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) juga merosot ke posisi Rp17.666 per dolar AS.

Kemerosotan nilai tukar ini sangat dipengaruhi oleh penguatan indeks dolar AS di pasar global. Kekecewaan para investor terhadap hasil pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang belum membuahkan solusi konkret atas konflik Timur Tengah, memicu aksi jual aset-aset berisiko tinggi di negara berkembang.

Selain faktor eksternal, tekanan musiman dari dalam negeri ikut memperberat langkah rupiah pada pertengahan kuartal kedua ini. Siklus triwulanan berupa tingginya permintaan valas untuk kebutuhan ibadah haji serta pembayaran dividen perusahaan ke luar negeri ikut memberikan beban tambahan.

Berikut adalah beberapa indikator penting terkait prediksi dan perkembangan nilai tukar rupiah hari ini:

Faktor Pengaruh dan Target Pergerakan Rupiah

Sentimen Global (Risk-Off): Ketegangan geopolitik global memicu investor global mengalihkan dana mereka ke aset aman (safe-haven) seperti dolar AS, sehingga menekan mata uang regional termasuk rupiah.

Proyeksi Pergerakan Hari Ini: Analis pasar memproyeksikan pergerakan kurs rupiah sepanjang hari ini akan berfluktuasi pada kisaran rentang Rp17.550 hingga Rp17.680 per dolar AS.

Langkah Stabilisasi Bank Indonesia: Usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan komitmen otoritas moneter untuk tetap berada di pasar melalui strategi intervensi guna menjaga volatilitas rupiah agar tetap terukur.

Target Jangka Panjang: Kendati saat ini nilai tukar rupiah berada dalam posisi di bawah nilai wajarnya (undervalued), Bank Indonesia optimis fundamental ekonomi nasional yang solid mampu membawa rupiah kembali menguat ke kisaran Rp16.200 hingga Rp16.800 per dolar AS dalam jangka panjang.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan juga menyatakan siap menyinergikan kebijakan fiskal dengan stimulus moneter Bank Indonesia untuk mengamankan pasar obligasi negara serta meminimalkan dampak pelemahan kurs terhadap stabilitas ekonomi riil di dalam negeri.

Reporter: Moch Febrianto