Harga Emas Perhiasan 24 Karat di Lakuemas 15 Mei 2026 Rp2.510.000

Ilustrasi Emas Perhiasan (sumber foto: NET)
Jumat, 15 Mei 2026 | 10:21:01 WIB

JAKARTA - Harga emas perhiasan pada platform Lakuemas telah diperbarui kembali pada Jumat, 15 Mei 2026. Menurut informasi yang tertera di laman resmi Lakuemas pada pukul 06.31 WIB, harga emas perhiasan untuk bermacam kadar sedang mengalami penyesuaian.

Emas dengan kadar paling tinggi, yaitu 24 karat atau 99 persen, dilaporkan terjual dengan harga Rp2.510.000 setiap gramnya. Di sisi lain, untuk emas dengan kadar 23 karat kini dipasarkan pada posisi angka Rp2.157.000 per gram.

Berikut adalah rincian lengkap harga emas perhiasan terbaru di Lakuemas berdasarkan kadar per gram:

Emas 24K (99%): Rp2.510.000

Emas 23K: Rp2.157.000

Emas 22K: Rp2.063.000

Emas 18K: Rp1.686.000

Emas 14K: Rp1.308.000

Emas 9K: Rp835.000

Harga emas 24 karat tetap menjadi pusat perhatian lantaran mempunyai tingkat kemurnian paling tinggi jika dibandingkan jenis lainnya. Cukup banyak masyarakat yang memilih emas 24K sebagai sarana investasi jangka panjang karena nilainya yang cenderung stabil.

Sementara itu, emas dengan kadar yang lebih rendah seperti 18K hingga 9K biasanya lebih sering dimanfaatkan untuk perhiasan harian. Hal ini dikarenakan jenis tersebut memiliki tingkat kekerasan yang lebih baik serta pilihan desain yang lebih bervariasi.

Kadar emas sendiri mencerminkan tingkat kandungan emas murni yang ada di dalam sebuah perhiasan. Semakin tinggi ukuran karat, maka akan semakin tinggi pula kandungan emas murni yang terkandung di dalam logam tersebut.

Emas 24K dikenal memiliki kemurnian yang hampir sempurna, sedangkan emas 18K atau 14K umumnya telah dicampur logam lain agar lebih kuat saat dipakai. Oleh sebab itu, harga emas perhiasan akan bervariasi tergantung pada kadar kandungan murninya.

Pihak Lakuemas juga memberikan keterangan bahwa harga emas tersebut bisa berubah sewaktu-waktu selaras dengan kondisi pasar. Perkembangan harga yang dinamis membuat kami perlu terus memantau pembaruan harga secara berkala.

Reporter: Diaz Muhammad Hanif